Letusan Gunung Berapi Jadi Pemicu Kepunahan Massal 450 Juta Tahun Lalu

Kompas.com - 29/06/2020, 10:00 WIB
Ilustrasi gunung berapi meletus SHUTTERSTOCK/ROMOLO TAVANIIlustrasi gunung berapi meletus

KOMPAS.com - Sebuah studi baru menemukan, peristiwa kepunahan massal pertama di Bumi yakni pada jaman Ordovisium Akhir dipicu oleh perubahan iklim yang disebabkan letusan gunung berapi.

Sebelumnya, para ilmuwan meyakini peristiwa kepunahan massal pertama yang terjadi sekitar 450 juta tahun disebabkan perubahan ekstrem di Bumi, yang dikaitkan dengan zaman es.

Suhu Bumi yang sebelumnya hangat mendadak turun drastis dan es pun terbentuk di mana-mana, menyebabkan naikknya permukaan laut serta anjloknya tingkat oksigen di lautan. Keadaan ini yang membuat sekitar 85 persen dari semua spesies berbasis laut lenyap.

Melansir The Independent, Minggu (29/6/2020), sebuah penelitian terbaru menunjukkan, letusan gunung berapi pada jaman Ordovisium Akhir telah berkontribusi terhadap pemanasan global dan menyebabkan kepunahan tersebut.

Baca juga: Erupsi Gunung di Alaska Picu Munculnya Kekaisaran Romawi, Kok Bisa?

Dalam studi ini, tim peneliti memanaskan batuan Ordovisium yang dikumpulkan dari sungai kecil di selatan Skotlandia, dan hasilnya melepaskan sejumlah besar merkuri. Sebuah tanda adanya letusan gunung berapi terjadi selama periode itu.

Batuan juga memancarkan molibdenum dan uranium, menunjukkan lautan kekurangan oksigen pada saat yang sama.

Letusan gunung berapi melepaskan banyak karbon dioksida yang mampu memanaskan suhu Bumi dan menghilangkan oksigen dari lautan sehingga menyebabkan spesies di laut kesulitan bernapas.

Profesor David Bond dari Universitas Hull menganalogikan situasi tersebut dengan sebotol minum bersoda.

"Jika berada di lemari es, minuman itu itu tetap bagus dan bersoda karena gas dalam karbon dioksida itu tetap dalam cairan," katanya.

"Tapi jika kita meninggalkannya di atas meja yang terpapar sinar cerah di luar dan minuman akan menjadi sangat hangat, maka gas itu dengan cepat terlepas dari cairan itu dan kita berakhir dengan soda yang hambar," jelas Bond.

Kendati demikian, penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Geology ini tetap tidak mengabaikan glasiasi pada masa itu, yakni proses terjadinya penurunan suhu bumi sehingga berakhir dengan jaman es.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Muncul Petir Saat Gunung Api Meletus, Fenomena Apa itu?

Namun penelitian menunjukkan iklim yang lebih dingin terjadi karena dipengaruhi oleh peristiwa pemanasan global yang dipicu oleh letusan gunung berapi.

Ini mengikuti sebuah penelitian yang diterbitkan awal tahun, di mana menemukan kepunahan massal Ordovisium Akhir dikaitkan dengan kekurangan oksigen yang parah di lautan yang berlangsung lebih dari tiga juta tahun.

Adapun, diperkirakan ada lima pristiwa kepunahan massal di Bumi. Tapi yang paling terkenal adalah peristiwa Cretaceous-Paleogene yang memusnahkan semua dinosaurus non-unggas sekitar 65 juta tahun yang lalu.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X