Kompas.com - 14/04/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi kilat petir vulkanik saat gunung api meletus atau erupsi. Gunung Rinjani saat erupsi pada tahun 1994. Oliver Spalt Ilustrasi kilat petir vulkanik saat gunung api meletus atau erupsi. Gunung Rinjani saat erupsi pada tahun 1994.


KOMPAS.com - Saat gunung api meletus, gumpalan awan yang muncul seringkali dihiasi kilatan petir. Fenomena ini juga pernah terjadi saat Gunung Merapi atau Gunung Anak Krakatau meletus.

Biasanya, kilatan petir disertai gemuruh guntur terjadi saat hujan deras. Lalu, kilatan petir saat gunung api meletus ini fenomena apakah?

Fenomena ini dikenal sebagai petir vulkanik. Melansir National Geographic, Selasa (14/4/2020), petir vulkanik sangat sedikit hubungannya dengan aktivitas tektonik, dan semuanya berkaitan dengan fisika sehari-hari.

Petir vulkanik tidak terbentuk jauh di Bumi. Fenomena ini hanya terbentuk di kolom abu atau gumpalan awan panas saat gunung api erupsi.

Baca juga: Gunung Taal Meletus, Danau ini Nyaris Menghilang Setelah Erupsi

Kolom erupsi ini berbentuk silinder yang terdiri dari partikel abu vulkanik yang dikeluarkan beberapa gunung berapi saat meletus.

Gunung api yang tidak memiliki kolom abu vulkanik yang tebal biasanya memancarkan sedikit petir vulkanik.

Gunung-gunung berapi di Hawaii, misalnya, lebih cenderung menyemburkan lava pijar cair daripada gumpalan kolom abu yang tebal. Sehingga gunung berapi di kepulauan ini jarang memiliki kilatan petir vulkanik saat meletus.

Partikel-partikel kecil yang membentuk gumpalan awan panas vulkanik yang terkompresi di bawah gunung berapi.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta, Kenapa Kilat Petir Terlihat Dulu Sebelum Bunyi Guntur?

Namun, atmosfer udara di sekitar gunung api ini tidak lebih padat. Perubahan kepadatan partikel ini berkontribusi terhadap munculnya petir vulkanik tersebut.

Karena partikel yang pada dikeluarkan dengan keras dari kolom abu vulkanik, kemudian partikel-partikel ini saling bergesekan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X