Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/09/2021, 18:02 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com – Tekanan hidrostatis adalah tekanan di dalam zat cair. Tekanan hidrostatis akan semakin besar jika suatu titik semakin dalam atau semakin jauh dari permukaan zat cair.

Contohnya, ikan-ikan yang hidup di perairan yang dalam memiliki bentuk tubuh yang lebih pipih karena strukturnya semakin ke bawah akan semakin lebar.

Dilansir dari Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), dalam bahasa matematika, dapat dikatakan bahwa tekanan hidrostatis sebanding dengan kedalaman.

Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan gerak gelembung air di dalam akuarium yang semakin cepat jika semakin ke atas.

Penjelasannya adalah jika tekanan semakin kecil, volume udara yang membentuk gelembung udara semakin besar.

Baca juga: Organ Gerak Hewan di Air, Darat, dan Udara

Kemudian, jika volume udara semakin besar, gaya apungnya pun menjadi semakin besar sehingga kecepatan gelembung akan bertambah.

Dilansir dari Schmidt Ocean Institute, pertambahan tekanan air sebesar satu atmosfer setara dengan pertambahan kedalaman sebesar 10 meter.

Dengan demikian, tekanan tinggi dapat menghancurkan ruang dengan udara, seperti paru-paru dan kantong renang ikan. Namun, sebagian besar kehidupan di kedalaman tidak memiliki ruang udara.

Lantas, bagaimana kehidupan di kedalaman air beradaptasi?

Biasanya, protein mengembangkan struktur tahan tekanan dengan adaptasi yang belum sepenuhnya dipahami para ilmuwan.

Baca juga: Daerah Tangkapan Air dan Daerah Aliran Sungai

Misalnya, aktin dari ikan grenadier laut dalam yang membentuk filamen dengan cukup di bawah tekanan.

Pada spesies ikan grenadier raksasa (Albatrossia pectoralis) dan spesies grenadier lainnya, molekul trimethylamine oxide (TMAO) yang berbau amis akan meningkat seiring dengan kedalaman.

Tampaknya, TMAO bertugas untuk melindungi protein ikan grenadier dari distorsi tekanan sehingga dapat beradaptasi di kedalaman.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com