Kompas.com - 05/08/2021, 17:02 WIB
Ilustrasi ASI perah, air susu ibu, manfaat ASI pada bayi baru lahir. shutterstockIlustrasi ASI perah, air susu ibu, manfaat ASI pada bayi baru lahir.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap banyak aspek kehidupan, termasuk pada kesiapan pemberian layanan ASI eksklusif dan laktasi oleh tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan di Indonesia.

Penelitian yang dilaksanakan oleh Dr. dr. Ray Wagiu, Basrowi, MKK, Pendiri dan Ketua Health Collaborative Center (HCC) menemukan fakta bahwa sebanyak 62 persen tenaga kesehatan Indonesia merasa kesulitan mempertahankan pemberian ASI eksklusif selama masa pandemi.

Hasil penelitian yang berjudul Status Kesiapan Tenaga Kesehatan Layanan Primer dalam Mempertahankan ASI/ Menyusui Selama Pademi tersebut disampaikan oleh dr. Ray pada siaran pers HCC yang diterima Kompas.com (5/8/2021).

Penelitian tersebut melibatkan sebanyak 1.004 responden tenaga kesehatan dari 25 provinsi di Indonesia, yang terdiri dari 758 orang bidan, 154 dokter, dan 92 orang tenaga kesehatan lain dengan masa kerja antara 8-23 tahun.

Baca juga: Ibu Terinfeksi Covid-19, Bolehkah Menyusui Bayinya? Ini Kata Dokter

“Penelitian kami menemukan data bahwa ternyata selama pandemi Covid-19, para tenaga kesehatan terutama di layanan primer mengakui kesulitan mempertahankan ibu untuk menyusui," kata dr Ray.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyebabnya adalah karena ketidaktersediaannya layanan antenatal care atau pemantauan kehamilan dan menyusui secara daring.

Ditambah lagi, hampir 50 persen pasien ibu hamil dan menyusui memutuskan untuk mengurangi jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan.

Posyandu dan puskemas juga mengurangi pelayanan ibu hamil dan menyusui sebagai upaya meminimalisir penularan Covid-19 dan mentaati peraturan, yang akhirnya memperparah kondisi layanan primer ASI eksklusif dan laktasi.

Akibatnya kesempatan konseling laktasi menjadi terhambat. Ini bisa berdampak pada gagalnya ibu menyusui memberikan ASI eksklusif karena penelitian membuktikan peran tenaga kesehatan sangat kritikal dalam keberhasilan menyusui.

"Tenaga Kesehatan adalah support system terbesar dalam pemberian ASI eksklusif selama pandemi," ungkap dr. Ray.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.