Kompas.com - 05/08/2021, 11:03 WIB
Para ahli paleontologi menggali situs Batallones-10 di selatan Madrid, Spanyol. Situs kuno ini menjadi kuburan bagi ribuan hewan dari masa Miosen akhir. Ribuan fosil hewan ditemukan, dari mamalia besar, badak, kuda, hingga kucing gigi pedang. David Martín-Perea via LIVE SCIENCEPara ahli paleontologi menggali situs Batallones-10 di selatan Madrid, Spanyol. Situs kuno ini menjadi kuburan bagi ribuan hewan dari masa Miosen akhir. Ribuan fosil hewan ditemukan, dari mamalia besar, badak, kuda, hingga kucing gigi pedang.


KOMPAS.com - Sebuah situs fosil kuno di Spanyol menjadi saksi tiga periode kekeringan ekstrem yang pernah melanda Bumi. Di dalam situs ini ditemukan ribuan fosil hewan, dari badak, kuda hingga nenek moyang jerapah.

Sembilan juta tahun yang lalu, lubang berair di tempat yang kini disebut Spanyol, menjadi tempat perlindungan pertama sekaligus peristirahatan terakhir untuk gerombolan kuda nil, badak, kuda, dan kucing gigi pedang.

Lusinan hewan-hewan ini mati karena kelaparan, dehidrasi karena bencana kekeringan selama tiga periode di akhir zaman Miosen.

Hal itu terungkap dari studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology edisi September dan tersedia daring 15 Juli.

Sisa-sisa fosil hewan-hewan ini dengan cepat terkubur lagi saat hujan turun.

"Meskipun mereka (fosil hewan) berusia lebih dari 9 juta tahun, mereka sangat terpelihara," kata pemimpin studi David Martin-Perea, ahli paleontologi di National Natural Sciences Museum di Madrid, dilansir dari Live Science, Rabu (4/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Fosil Hewan Tertua di Dunia Ditemukan di Kanada, Seperti Apa?

 

Di situs tersebut, tak hanya menemukan fosil hewan dari mamalia besar seperti badak hingga kuda, Martin-Perea dan timnya juga menemukan berbagai sisa-sisa fosil hewan yang tampak rapuh dari katak, tikus dan burung dan bahkan dua janin kuda, di situs kuno Spanyol itu.

Situs kuno tersebut diyakini sebagai tempat tinggal atau habitat bagi ribuan spesies hewan di selama zaman Miosen akhir, di wilayah selatan yang sekarang menjadi Madrid.

Dulunya, kawasan ini adalah campuran hutan dan padang rumput, dihiasi dengan banyak lubang air berupa cekungan dengan dasar batuan kapur dan lumpur.

Pada tahun 2007, para penambang menemukan harta karun tulang di tempat yang ternyata menjadi salah satu petunjuk keberadaan lubang berair kuno ini.

Sejak saat itu, para ahli paleontologi telah menemukan ribuan fosil tulang hewan yang terkubur di sembilan situs kuno yang berjarak 30 kilometer di luar Madrid, Spanyol.

Baca juga: Temuan Mengejutkan, Ahli Ungkap Fosil Mini Berkepala Mirip T-Rex dengan Tubuh Burung

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.