Kompas.com - 29/06/2021, 16:41 WIB
Ilustrasi gempa ShutterstockIlustrasi gempa

KOMPAS.com - Gempa bumi tektonik bermagnitudo M 5,3 mengguncang wilayah Laut Sulawesi siang ini pada pukul 14.35 WIB, Selasa (29/6/2021).

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), informasi kekuatan gempa bumi ini telah dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo M 5,2.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno MSi mengatakan, episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.89° LU ; 125.90° BT.

Baca juga: Yogyakarta Diguncang Gempa Bumi M 5,3, Bukan Gempa Megathrust

Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 55 km arah Timur Laut Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada kedalaman 143 kilometer.

Bambang menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng sangihe.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik mendatar (oblique thrust fault)," kata dia. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati lokasi gempa bumi ini berada di laut, hasil pemodelan BMKG tidak menunjukkan adanya potensi tsunami.

Akan tetapi, berdasarkan peta guncangan (shakemap) dampak dari guncangan gempa bumi ini dirasakan masyarakat di wilayah Bitung dengan skala intensitas III MMI, di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan truk berlalu

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ujarnya.

Baca juga: Setelah Yogyakarta, Kabupaten Kupang Juga Diguncang Gempa M 5,1

Sementara itu, berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga pukul 14.50 WIB, Selasa (29/6/2021) belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock.

Namun, Bambang meminta kepada masyarakat, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Upayakan untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Serta, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum Anda kembali ke dalam rumah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.