Kompas.com - 19/06/2021, 12:11 WIB
Ilustrasi penerima transplantasi organ. Vaksin Covid-19 dosis ketiga atau suntikan penguat bisa meningkatkan kekebalan pada penerima transplantasi organ. SHUTTERSTOCK/Africa StudioIlustrasi penerima transplantasi organ. Vaksin Covid-19 dosis ketiga atau suntikan penguat bisa meningkatkan kekebalan pada penerima transplantasi organ.


KOMPAS.com- Para peneliti Johns Hopkins Medicine meyakini bahwa ada bukti yang menunjukkan tiga dosis vaksin Covid-19 dapat meningkatkan kekebalan terhadap virus corona pada penerima transplantasi organ.

Orang yang menerima transplantasi organ, masih mungkin untuk menjadi penerima vaksin Covid-19, sehingga dapat melindungi mereka dari infeksi virus corona SARS-CoV-2.

"Temuan kami menunjukkan uji klinis diperlukan untuk menentukan apakah penerima transplantasi harus menerima dosis booster (penguat) dari vaksin Covid-19," kata penulis utama studi William Werbel, MD, peneliti penyakit menular di Johns Hopkins University School of Medicine, Amerika Serikat.

Dilansir dari Science Daily, Sabtu (19/6/2021), orang menerima transplantasi organ pada, seperti jantung, paru-paru dan ginjal, seringkali harus minum obat untuk menekan sistem kekebalan.

Hal itu dilakukan guna mencegah penolakan organ baru yang dicangkokkan pada pasien.

Baca juga: Penyintas Covid-19 Mungkin Hanya Butuh Satu Dosis Vaksin, Studi Jelaskan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Rejimen tersebut dapat mengganggu kemampuan penerima transplantasi organ untuk membuat antibodi terhadap zat asing, termasuk yang protektif yang diproduksi sebagai respons terhadap dosis vaksin Covid-19.

Pada studi sebelumnya, para peneliti menunjukkan bahwa hanya 17 persen dari penerima transplantasi organ yang berpartisipasi, yang kemudian menghasilkan antibodi yang cukup setelah mendapat satu dosis vaksin Covid-19.

Selanjutnya, dalam studi kedua, mereka menemukan, antibodi level mereka meningkat menjadi 54 persen setelah mendapat suntikan kedua.

Baca juga: Mengapa Vaksin Covid-19 Harus Disuntikkan Dua Kali?

 

Dalam kedua kasus itu, bahkan penerima transplantasi organ memiliki antibodi dengan tingkat yang jauh di bawah apa yang biasa terlihat pada orang-orang dengan sistem kekebalan yang sehat.

Kendati demikian, dalam studi baru mereka, para peneliti mengevaluasi 30 penerima transplantasi organ yang menerima dosis ketiga dari salah satu dari tiga vaksin Covid-19 yang ada, baik dari Johnson & Johnson, Moderna maupun vaksin Pfizer.

Pemberian dosis ketiga dari salah satu dari vaksin Covid-19 tersebut dilakukan antara 20 Maret dan 10 Mei 2021.

Sebelumnya, para penerima transplantasi organ tersebut telah menerima dua dosis vaksin Covid-19 Moderna atau vaksin Pfizer, dengan usia rata-rata 57,17 tahun, berjenis kelamin perempuan dan satu di antaranya diidentifikasi sebagai non-kulit putih.

Baca juga: Penelitian: Vaksin Covid-19 Mungkin Tak Efektif untuk Orang dengan Masalah Sistem Imun

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X