Kompas.com - 18/06/2021, 21:04 WIB

KOMPAS.com - Virus corona varian delta menjadi perhatian serius, karena hasil tes laboratorium menunjukkan, varian delta lebih menular dibanding varian Covid-19 lainnya.

Selain itu, Public Health England menemukan, bahwa varian Delta tampak dua kali lebih mungkin menyebabkan rawat inap dibandingkan varian Alpha.

Kendati demikian, sebagian besar dari pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit adalah mereka yang belum divaksinasi dan tidak memiliki antibodi penawar untuk melindungi diri dari virus.

Menurut para ahli, salah satu upaya yang harus dilakukan untuk perlindungan dan mencegah penyebaran varian delta adalah dengan percepatan vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Apa yang Dimaksud Vaksin Aman, padahal Tetap Ada Efek Sampingnya?

Meski vaksin Covid-19 tak bisa mencegah seseorang dari infeksi Covid-19 varian apa pun, setidaknya vaksin bisa menurunkan risiko keparahan dan kematian akibat Covid-19.

Lalu, seberapa efektif vaksin Covid-19 terhadap virus corona varian delta? Berikut penjelasannya.

1. Vaksin Pfizer-BioNTech

Sebuah studi nyata yang dilakukan oleh Public Health England menunjukkan, bahwa dua dosis vaksin berbasis messenger RNA (mRNA) yang diproduksi oleh Pfizer-BioNTech efektif dalam mencegah rawat inap, karena varian Delta (B.1.617.2), yang pertama kali dideteksi oleh para ilmuwan di India.

Selain menyebabkan lonjakan kasus dan angka kematian akibat Covid-19 di India, varian Delta juga telah menjadi jenis virus corona yang dominan di Inggris dan berbagai Negara lain, termasuk di Indonesia.

Mereka yang telah menerima dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech, 96% terhindar dari rawat inap tanpa kematian.

Penelitian ini melibatkan 14.019 orang di Inggris yang telah tertular virus varian Delta. Dari mereka, 166 dirawat di rumah sakit dari 12 April hingga 4 Juni.

Selain itu, melansir Aljazeera, vaksin ini 88 persen efektif melawan Covid-19 bergejala yang disebabkan oleh varian Delta dua minggu setelah dosis kedua.

"Sangat penting untuk mendapatkan kedua dosis vaksin, segera setelah ditawarkan kepada Anda, demi mendapatkan perlindungan maksimal terhadap semua varian yang ada dan yang muncul," kata Mary Ramsay, M.D., kepala imunisasi PHE dalam sebuah pernyataan.
CEO Pfizer, Albert Bourla mengatakan, bahwa begitu varian mulai muncul, perusahaannya merespons dengan menguji vaksinnya terhadap mereka.

“Saya merasa cukup aman bahwa kita mampu menghadapinya. Kami tak membutuhkan vaksin khusus untuk melawan varian delta, karena vaksin yang ada saat ini seharusnya bisa memberi perlindungan,” ujarnya pada CBS, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Kabar Baik, Vaksin Pfizer Beri Perlindungan dari Varian Covid-19 Delta dan Alpha

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.