Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kompas.com - 18/06/2021, 19:03 WIB
Petugas medis menjemput warga positif COVID-19 di Jalan As-Syafiiyah, Cipayung, Jakarta, Jumat (21/5/2021). Klaster halal bihalal di Cipayung bertambah sebanyak 32 orang, dari 51 orang menjadi 83 orang terpapar COVID-19 perhari ini dan sebanyak 17 orang bergejala ringan dibawa ke Wisma Atlet, tiga orang bergejala sedang dibawa ke RSUD Ciracas dan 12 orang OTG isolasi mandiri. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAPetugas medis menjemput warga positif COVID-19 di Jalan As-Syafiiyah, Cipayung, Jakarta, Jumat (21/5/2021). Klaster halal bihalal di Cipayung bertambah sebanyak 32 orang, dari 51 orang menjadi 83 orang terpapar COVID-19 perhari ini dan sebanyak 17 orang bergejala ringan dibawa ke Wisma Atlet, tiga orang bergejala sedang dibawa ke RSUD Ciracas dan 12 orang OTG isolasi mandiri. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.

KOMPAS.com - Lima organisasi profesi (5OP) dokter mendorong dan mengeluarkan rekomendasi, agar semua elemen masyarakat mengambil tindakan tegas terhadap situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang mengkhawatirkan saat ini.

Lima organisasi profesi tersebut adalah Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Baca juga: Indonesia Berpotensi Hadapi Dobel Puncak Kasus Covid-19, Ini Penyebabnya

Rekomenasi ini dikeluarkan, mengingat situasi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini masuk dalam kategori mengkhawatirkan. Berikut lima poin penting rekomendasi tersebut:

1. PPKM menyeluruh dan serentak

"Kami mendorong dan merekomendasikan, agar pemerintah pusat memberlakukan PPKM secara menyeluruh dan serentak terutama di Pulau Jawa," kata Prof DR Dr Syafri Kamsul Arif, SpAn,KIC, KAKV selaku Ketua Umum PERDATIN.

Berdasarkan data kasus Covid-19 harian, sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 11 Januari 2021, kasus pada bulan Februari mulai turun.

Menurut mereka, pada awal-awal kasus Covid-19 melonjak tinggi memang hanya di Jakarta, sehingga pembatasan kegiatan masyarakat dapat diberlakukan di DKI Jakarta saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, setelah kasus merebak seperti saat ini di berbagai daerah lain, maka pembatasan harus dilakukan di semua wilayah, terutama sepulau Jawa.

Serta, tidak bisa diberlakukan hanya PPKM Mikro dan dilakukan secara bergantian setiap wilayah.

Tetapi, PPKM kali ini harus serenta,k agar benar-benar efektif menekan laju transmisi Covid-19 di masyarakat.

"Saat ini hanya PPKM Mikro, tapi kami mengimbau untuk PPKM menyeluruh seperti Januari lalu atau PSBB tahun lalu, dan PPKM ini dilakukan secara menyeluruh dan serentak," kata DR Dr Agus Dwi Susanto SpP(K) FISR FAPSR selaku Ketua Umum PDPI.

2. Memastikan implementasi PPKM

"Kami dari lima organisasi profesi meminta, agar pemerintah atau pihak berwenang memastikan implementasi serta penerapan PPKM yang maksimal," ujar Agus dalam Konferensi Pers bertajuk 5 Organisasi Profesi tentang Situasi Terkini Pandemi Covid-19 di Indonesia, Jumat (18/6/2021).

Menurut Agus, memastikan implementasi PPKM ini diterapkan dengan optimal menjadi hal yang penting dan berkaitan dengan poin pertama di atas.

PPKM harus dilaksanakan secara ketat dan perlu dievaluasi dengan komprehensif setiap dua minggu sekali.

Kalau dalam pelaksanaannya, ternyata angka kasus infeksi Covid-19 masih tetap meningkat dalam dua minggu tersebut, maka PPKM harus terus diperpanjang.

"Dulu pelaksanaan PSBB itu kita berhasil menurunkan kasus transmisi (penularan). Itu (PPKM/PSBB) bukan suatu hal yang baru, jadi kita bisa melakukannya lagi," ujarnya. 

Baca juga: Dobel Puncak Kasus Covid-19 di Indonesia Diperkirakan 1 hingga 2 Bulan ke Depan

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X