Kompas.com - 18/06/2021, 17:30 WIB
Tenaga kesehatan merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Senin (14/6/2021). RSU tersebut menambah ruang isolasi untuk pasien Covid-19 menjadi 22 kamar serta menambah jumlah tenaga medis sekaligus memperpanjang jam shift kerja, untuk mengantisipasi lonjakan karena Ciamis masuk dalam zona merah Covid-19 dan Jabar masuk kategori sinyal bahaya penularan Covid-19 dari Kemenkes. ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMITenaga kesehatan merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Senin (14/6/2021). RSU tersebut menambah ruang isolasi untuk pasien Covid-19 menjadi 22 kamar serta menambah jumlah tenaga medis sekaligus memperpanjang jam shift kerja, untuk mengantisipasi lonjakan karena Ciamis masuk dalam zona merah Covid-19 dan Jabar masuk kategori sinyal bahaya penularan Covid-19 dari Kemenkes.

KOMPAS.com - Para ahli menegaskan bahwa kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan.

Hal ini disampaikan oleh lima organisasi profesi dokter di Indonesia.

Di antaranya adalah Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Baca juga: Penyebab Kasus Covid-19 dan Kematian di Asia Tenggara Meningkat Tajam

Berikut adalah beberapa indikasi yang membuat kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia disebut mengkhawatirkan;

1. Peningkatan kasus hingga 500 persen

Berdasarkan data kasus harian dari Satuan Tugas Covid-19, pada 15 Mei 2021, angka penambahan kasus Covid-19 mencapai 2385 kasus per hari.

Kemudian, kasus semakin meningkat tajam, tercatat pada 15 Juni 2021 terdapat 8161 kasus per hari, dan 9.944 kasus pada 16 Juni2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, kemarin (17 Juni 2021), angka kasus infeksi Covid-19 di Indonesia terjadi sebanyak 12.624 kasus dalam 24 jam.

Jika dibandingkan dengan data 15 Mei 2021, terjadi peningkatan kasus pada tanggal 17 Juni sekitar 500 persen, yang diikuti dengan peningkatan kasus kematian berkaitan dengan Covid-19.

Menurut, Ketua PDPI Cabang Jakarta, DR Dr Erlina Burhan MSc SpP(K), data ini mungkin sebenarnya lebih besar lagi daripada yang tercatat, sebab laporan pemakaman atau kematian di luar rumah sakit juga diketahui mengalami peningkatan.

"Bisa jadi itu juga Covid-19, tapi tidak sempat terkonfirmasi karena tidak sempat datang ke rumah sakit. Ini (meningkatnya angka pemakaman) juga yang membuat kita berasumsi jangan-jangan penyakit yang sekarang ini jauh lebih berat dibandingkan yang sebelumnya," kata Erlina dalam Konferensi Pers 5 Organisasi Profesi tentang Situasi Terkini Pandemi Covid-19 di Indonesia, Jumat (18/6/2021).

2. Ketersediaan ICU dan BOR

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Bed Occupation Rate (BOR) untuk ruang isolasi dan ICU sudah hampir penuh.

Data sampai tanggal 17 Juni 2021 tercatat sekitar 8000 tempat tidur isolasi yang tersedia, sudah terisi 84 persen dan ruang ICU sudah terisi 74 persen.

"Ini angka yang secara psikologis sudah sangat mengkhawatirkan, dan ini angka Jakarta saja. Dan saya kira untuk daerah-daerah mungkin akan lebih tinggi lagi angkanya," ujarnya.

Erlina berkata demiikian, karena menurutnya kapasitas tempat tidur maupun kapasitas ruang ICU di fasilitas kesehatan di daerah-daerah relatif lebih sedikit dibandingkan dengan Jakarta.

Seperti yang terjadi di Jawa Tengah, bahkan BOR dan keterisian ICU sudah mencapai angka 90-100 persen.

"Ini juga mengkhawatirkan, karena ICU itu kita berbicara tentang (risiko) mortalitas (kematian)," ucap dia.

Jika kondisi terus begini, Ketua Umum Perhimpunan Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), DR Dr Sally Aman Nasution SpPD, K-KV FINASIM, FACP mengatakan bahwa sistem kesehatan kita akan colaps.

"Sistem Kesehatan Indonesia dapat colaps jika pihak yang berwenang dan terlibat tidak segera melakukan upaya-upaya maksimal untuk penanganan Covid-19 ini," kata Sally dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Indonesia Berpotensi Hadapi Dobel Puncak Kasus Covid-19, Ini Penyebabnya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X