Kompas.com - 13/06/2021, 19:15 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Sebuah penelitian di Australia berbasis populasi menemukan, bahwa orang dewasa yang makan dua porsi buah sehari memiliki peluang 36% lebih rendah terkena diabetes dalam jangka waktu 5 tahun, dibandingkan dengan mereka yang makan kurang dari setengah porsi buah sehari.

Diabetes adalah penyakit kronis, yang terjadi karena tubuh tidak mampu menggunakan gula darah (glukosa) dengan baik.

Temuan Nicola P. Bondonno, PhD, dan rekan ini telah dipublikasikan secara online, pada 2 Juni di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism.

Melansir WebMD, studi ini juga menunjukkan, asupan buah yang lebih banyak dikaitkan dengan sensitivitas insulin yang lebih tinggi, yang dapat membantu menurunkan gula darah Anda.

Baca juga: Makan Buah dan Sayur, Haruskah Kulitnya Dikupas?

Dan makan lebih banyak buah apel juga dikaitkan dengan hasil kesehatan yang lebih baik.

Bondonno, dari Institute for Nutrition Research di Edith Cowan University, Perth, Australia mengatakan, hal tersebut menunjukkan, bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak buah, terutama apel, memproduksi lebih sedikit insulin untuk menurunkan kadar glukosa darahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hal ini penting, karena tingginya tingkat insulin yang beredar (hiperinsulinemia) dapat merusak pembuluh darah, yang tidak hanya terkait dengan diabetes, tetapi juga mempengaruhi tekanan darah tinggi, obesitas, dan penyakit jantung," katanya dalam sebuah pernyataan dari Endrocrine Society.

Jus Buah Tidak Memiliki Efek yang Sama

Studi ini mendukung rekomendasi dari Australian Food Guidelines - dua porsi buah sehari, di mana satu porsi adalah 150 gram, atau kira-kira ukuran sedang apel, jeruk, atau pisang.

Namun, berbeda dengan konsumsi buah secara utuh, konsumsi jus buah rutin tidak dikaitkan dengan kadar gula darah atau insulin yang lebih baik, atau risiko diabetes yang lebih rendah.

Menurut para peneliti, hal ini mungkin karena kandungan gula jus buah yang relatif tinggi dan memiliki lebih sedikit serat bermanfaat.

Kesimpulan peneliti, mempromosikan pola makan dan gaya hidup sehat yang mencakup konsumsi buah-buahan populer seperti apel, pisang, dan jeruk dalam bentuk utuh – bukan dijus, dengan ketersediaan geografis yang luas, dapat menurunkan insiden diabetes tipe 2.

Risiko Diabetes Lebih Rendah

Meski demikian, peneliti mengaku belum menemukan alasan jelas, bagaimana makan buah dapat membantu melindungi dari diabetes.

Peneliti berencana untuk meneliti bagaimana buah dan jus buah terkait dengan gula darah, insulin, dan diabetes pada 5 tahun hingga 12 tahun pada peserta penelitian.

Baca juga: Hati-hati, Konsumsi Jus Buah Ditemukan Dapat Memperpendek Usia

Halaman:


Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Kita
Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Oh Begitu
Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Oh Begitu
Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Oh Begitu
Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Oh Begitu
Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Oh Begitu
6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

Oh Begitu
Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Oh Begitu
Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Oh Begitu
Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Oh Begitu
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X