Kompas.com - 17/05/2021, 13:02 WIB
Ilustrasi pelangi pixabayIlustrasi pelangi

KOMPAS.comPelangi adalah lengkungan cahaya berwarna-warni yang biasanya muncul di langit setelah hujan. Namun apa sebenarnya pelangi itu? Mengapa pelangi tidak selalu muncul setiap habis hujan?

Syarat terjadinya pelangi

Pelangi tidak serta merta terjadi setiap setelah hujan. Terdapat beberapa faktor yang harus dipenuhi agar bisa terbentuknya pelangi.

Faktor yang pertama adalah matahari harus berada di atas garis horizon. Cahaya matarhati juga tidak boleh terhalang oleh awan, pegunungan, atau halangan lainnya.

Selain itu, posisi matahari harus berada sedikit lebih rendah. Jika kita berada di posisi yang sama dengan garis horison, maka matahari perlu berada disudut 42 derajat agar pelangi bisa terlihat dari tempat kita berdiri.

Pelangi selalu muncul pada sisi langit yang berlawanan dengan matahari. Jadi, ketika Anda melihat pelangi, posisi matahari akan berada di belakang Anda. Karena ini lah, udara pada sisi langit yang berlawanan dengan Anda harus mengandung banyak butiran air, seperti setelah hujan.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Ternyata Pelangi Terbaik di Bumi Ada di Hawaii

Pelangi tidak hanya terjadi pada saat setelah hujan. Pelangi juga bisa terbentuk asalkan memenuhi syarat yang telah disebutkan di atas. Contohnya di air terjun atau di pantai dekat tebing yang berombak kencang sehingga banyak percikan air ke udara. Pada kedua kondisi ini, Anda mungkin melihat pelangi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proses terjadinya pelangi

Pelangi adalah fenomena alam yang merupakan proses optik. Proses terbentuknya matahari melibatkan tiga tahap yaitu refleksi, dispersi, dan refraksi.

Proses yang pertama yaitu refleksi. Butiran air di udara bisa berfungsi seperti cermin kecil. Ketika cahaya matahari menyinari butiran air, sebagian besar cahaya akan dipantulkan kembali.

Ketika terjadi hujan, udara akan mengandung banyak butiran air yang membentuk seperti tirai dan masing-masing butiran air yang kecil tersebut akan memantulkan kembali cahaya matahari yang datang.

Namun, Anda pasti bertanya-tanya. Cahaya matahari berwarna putih, mengapa pelangi berwarna-warni. Jawaban dari pertanyaan ini berkaitan dengan proses yang kedua yaitu dispersi. Dispersi cahaya merupakan fenomena terurainya suatu cahaya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X