Kompas.com - 17/05/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi Pantai Elafonisi di Crete (Kreta), Yunani. Ilmuwan lakukan studi untuk mengungkap sejarah gempa terbesar di Mediterania pada 365 M, yang diduga pusat gempa berada di Kreta, salah satu pulau terbesar di Yunani. WIKIMEDIA COMMONSIlustrasi Pantai Elafonisi di Crete (Kreta), Yunani. Ilmuwan lakukan studi untuk mengungkap sejarah gempa terbesar di Mediterania pada 365 M, yang diduga pusat gempa berada di Kreta, salah satu pulau terbesar di Yunani.


KOMPAS.com- Sejarah mencatat gempa terbesar pernah mengguncang Mediterania pada tahun 365 M. Ilmuwan memperkirakan gempa bumi ini berkekuatan M 8,0 atau lebih.

Gempa bumi dahsyat dan tsunami yang berikutnya, menewaskan puluhan ribu orang dan menghancurkan kota Alexandria di Mesir dan beberapa kota lainnya.

Namun, dalam penelitian baru, melansir Science Alert, Senin (17/5/2021), menunjukkan beberapa asumsi tentang gempa terbesar Mediterania dan warisan seismiknya mungkin benar adanya.

Kendati demikian, penemuan dari studi ini berarti dapat memberi perubahan drastis untuk pemodelan gempa dan tsunami di wilayah tersebut di masa kini.

Hingga saat ini, konsensus umum tentang gempa besar Mediterania adalah bahwa zona subduksi Hellenic di bawah Crete atau Pulau Kreta yakni pulau terbesar di Yunani, yang menyebabkan gempa raksasa berabad-abad lalu yang mengguncang Mediterania.

Baca juga: BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akan tetapi, ilmuwan menemukan bukti terbaru tentang sejarah gempa Mediterania yang menunjukkan sekelompok patahan normal di lepas pantai barat dan barat daya pulau Kreta diduga berada di balik terangkatnya bentangan luas yang terbuka, menampilkan 'fosil pantai' di sepanjang garis pantai di pulau tersebut.

"Temuan kami secara kolektif mendukung interpretasi bahwa gempa bumi dan tsunami yang merusak di Mediterania Timur dapat disebabkan oleh sesar normal, menyoroti potensi bahaya dari gempa sesar normal dari lempeng tsunamigenik atas," jelas para peneliti dalam makalah.

Para peneliti mempelajari garis pantai fosil yang terpapar oleh pengangkatan seismik dan menerapkan teknik penanggalan radiokarbon.

Dengan mempelajari beberapa hal tersebut, maka mereka dapat mencari tahu dengan lebih tepat bagaimana tanah bergeser lalu menyebabkan lanskap pecah.

Kenaikan tanah di sekitar garis pantai pulau Kreta ini mencapai ketinggian hingga 9 meter. Naiknya dasar laut ke permukaan itu mengekspos dan membunuh sejumlah organisme laut, yang ditunjukkan dari berbagai fosil pantai di kawasan ini.

Untuk mengungkapkan sejarah gempa Mediterania, para ilmuwan juga mengumpulkan sejumlah fosil, seperti vermetid dan karang, dari total delapan situs di sekitar garis pantai Kreta. Ini memberikan peneliti 32 titik data baru dalam hal usia geologi.

Baca juga: Tidak Ada Megathrust di Selat Makassar, Simak Sejarah Gempa Sulawesi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X