Kompas.com - 10/05/2021, 20:15 WIB
Ilustrasi astronot di luar angkasa SHUTTERSTOCK/Vadim SadovskiIlustrasi astronot di luar angkasa
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com - Para astronot yang menjalankan misi perjalanan ke luar angkasa tentu harus melakukan serangkaian adaptasi dengan kondisi lingkungan yang sangat berbeda.

Salah satunya adalah perihal ibadah. Pada tahun 2007, ketika Malaysia hendak mengirimkan astronot pertamanya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama 10 hari, tata cara ibadah astronot selama di luar angkasa pun menjadi bahasan yang penting.

Saat itu, Sheikh Muszaphar Shukor dikirim ke ISS pada akhir bulan Ramadan, tepatnya di tanggal 10 Oktober 2007.

Adapun kala itu bulan Ramadan dimulai pada tanggal 13 September 2007 dan akan berakhir pada 12 Oktober 2007.

Meski bulan Ramadan hanya tersisa dua atau tiga hari dan Shukor telah menjalankan ibadah puasa selama pelatihan, ia tetap ingin berpuasa saat berada di ISS.

Baca juga: Apa Rasanya Kembali ke Bumi dari Luar Angkasa? Ini Kata Astronot

Persoalannya, ISS mengelilingi Bumi 16 kali dalam sehari. Artinya, matahari terbit dan terbenam setiap 90 menit.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, dengan kecepatannya, ISS memiliki kondisi mikrogravitasi yang menyulitkan para astronot untuk berlutut.

Menjawab permasalahan ini, Dewan Fatwa Nasional Malaysia akhirnya menerbitkan panduan untuk beribadah di ISS.

Dilansir dari National Geographic Indonesia, dalam pedoman tersebut dikatakan, puasa bisa dilakukan di ISS atau qada’ (kompensasi) di Bumi (selama bulan Ramadan).

Waktu untuk berpuasa disesuaikan dengan zona waktu dari lokasi diluncurkannya astronot.
Mantan Menteri Sains Malaysia, Jamaluddin Jarjis, kepada Space.com mengatakan bahwa ibadah puasa dapat ditunda hingga kembali ke Bumi.

Baca juga: Astronot Meninggal di Luar Angkasa, NASA Rencanakan Pemakaman Ekologis untuk Astronot

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Mengatasi Tubuh Lemas dan Mudah Lelah, Energi Kembali Pulih

6 Cara Mengatasi Tubuh Lemas dan Mudah Lelah, Energi Kembali Pulih

Kita
Cara Mengatasi Demam pada Anak dan Orang Dewasa

Cara Mengatasi Demam pada Anak dan Orang Dewasa

Kita
Gletser Kiamat Terbesar di Antartika Ini Diprediksi Segera Runtuh, Studi Jelaskan

Gletser Kiamat Terbesar di Antartika Ini Diprediksi Segera Runtuh, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Ketahui Apa Saja Pemicu Serangan Jantung saat Olahraga dan Ciri-cirinya

Ketahui Apa Saja Pemicu Serangan Jantung saat Olahraga dan Ciri-cirinya

Oh Begitu
Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Aceh hingga Laut Flores

Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Aceh hingga Laut Flores

Fenomena
Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Yogyakarta hingga Kalimantan Tengah

Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Yogyakarta hingga Kalimantan Tengah

Fenomena
IDAI: Sekolah Tatap Muka Boleh Kalau Infeksi Covid-19 pada Anak di Bawah 5 Persen

IDAI: Sekolah Tatap Muka Boleh Kalau Infeksi Covid-19 pada Anak di Bawah 5 Persen

Oh Begitu
Ada yang Harum dan Ada yang Busuk, Mengapa Bunga-bunga Berbau?

Ada yang Harum dan Ada yang Busuk, Mengapa Bunga-bunga Berbau?

Prof Cilik
Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Oh Begitu
3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

Fenomena
Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Fenomena
T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

Fenomena
Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Oh Begitu
7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
komentar
Close Ads X