Kompas.com - 10/05/2021, 17:45 WIB
Spesies baru tumbuhan unik, spesies baru anggrek dendrobium. Dendrobium rubrostriatum oleh Destario Metusala. Destario Metusala/DOC PPKTKR LIPISpesies baru tumbuhan unik, spesies baru anggrek dendrobium. Dendrobium rubrostriatum oleh Destario Metusala.

KOMPAS.com - Selama pandemi Covid-19, ada tiga spesies anggrek baru ditemukan di wilayah Indonesia.

Ketiga anggrek tersebut adalah Bullbophyllum acehense, Dendrobium rubrostriatum, dan Dendrobium sagin.

Ketiga anggrek spesies baru ini ditemukan oleh Dr Destario Mestusala, yaitu Peneliti di Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya (PPKTKR) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Baca juga: Spesies Anggrek Terjelek di Dunia Ditemukan di Madagaskar

Berikut penjelasan lebih rinci mengenai morfologi dan ciri khas dari ketiga spesies baru ini.

Bulbophyllum acehense asal Aceh yang ditemukan oleh Dr Destario Mestusaladok. LIPI Bulbophyllum acehense asal Aceh yang ditemukan oleh Dr Destario Mestusala

1. Bulbophyllum acehense

Bulbophyllum acehense adalah tumbuhan anggrek epifit yang tumbuh alami di pegunungan hutan Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Epithet spesies menggunakan nama propinsi Aceh sebagai petunjuk bahwa kawasan Aceh memiliki keunikan diversitas anggrek yang tinggi. Penelitian diterbitkan di jurnal nasional Biologi Tropis.

Berikut ciri-ciri bentuk dari anggrek Bulbophyllum acehense;

Pertama, anggrek spesies Bullbophyllum acehense diketahui memiliki perbungaan tunggal  yang bermunculan dari bagian ruas-ruas rhizomnya.

Kedua, walaupun ukuran bunganya hanya berkisar 1,7 hingga 2 meter, memiliki bentuk unik yang mana bagian lateral sepalnya terpilin kuat ke belakang.

Ketiga, bunganya berwarna kuning cerah mengkilap berlilin dengan corak halus garis-garis yang lebih pekat.

Keempat, bagian bibir bunganya yang menekuk tajam ke bawah seperti pengait.

Dendrobium rubrostriatum ditemukan di hutan Kalimantan Barat oleh Peneliti di Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya (PPKTKR) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Destario Mestusala.dok. LIPI Dendrobium rubrostriatum ditemukan di hutan Kalimantan Barat oleh Peneliti di Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya (PPKTKR) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Destario Mestusala.

2. Dendrobium rubrostriatum 

Sama halnya dengan Bulbophyllum acehense, Dendrobium rubrostriatum juga merupakan anggrek epifit yang tumbuh menempel di kulit batang pepohonan. 

Sebelum akhirnya penelitian D. rubrostriatum diterbitkan di jurnal internasional Phytotaxa, ternyata peneliti memerlukan waktu panjang hingga 6 tahun lamanya demi memperoleh data-data spesies pembanding yang akurat.

Spesies baru ini ditemukan di hutan dataran rendah Kalimantan Barat pada ketinggian 200-300 meter.

Meski demikian, observasi selanjutnya menunjukkan bahwa sebaran spesies baru ini mencapai kawasan Sarawak dan Sabah di Malaysia.

Berikut ciri-ciri bentuk dari anggrek Dendrobium rubrostriatum;

- Susunan daunnya berevolusi secara unik membentuk seperti gergaji pipih dengan panjang total hingga mencapai 43 cm

- Perbungaan muncul dari batang semu pipih dibagian ujung

- Meski ukuran bunga tergolong kecil, yaitu lebarnya hanya berkisar 0,65-0,75 cm, akan tetapi memiliki kombinasi warna bunganya cukup mencolok

- Sepal petal bunga berwarna dasar krem dengan garis garis memanjang merah keunguan

Baca juga: Lindungi Anggrek Unik Paling Langka, Peneliti Rahasiakan Lokasinya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X