Kompas.com - 10/05/2021, 12:02 WIB
Petugas Kepolisian melakukan memutarbalikkan pemudik motor yang akan melintas di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri,Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHPetugas Kepolisian melakukan memutarbalikkan pemudik motor yang akan melintas di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri,Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang.


KOMPAS.com- Mudik Lebaran 2021 sudah dilarang pemerintah, berlaku 6-17 Mei, demi mencegah penularan Covid-19. Namun, kenapa masih banyak orang yang nekat pulang kampung?

Larangan mudik Lebaran telah tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hjriah.

Dalam surat edaran tersebut, pemerintah melarang dengan tegas masyarakat melakukan kegiatan mudik Lebaran pada tahun ini, demi mencegah penularan virus corona dan peningkatan kasus Covid-19.

Larangan tersebut berlaku untuk semua moda transportasi darat, udara dan laut.

Baca juga: Aturan Larangan Mudik dan Nekat Pulang Kampung, Ini Kata Psikolog

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati sudah dilarang, fenomena nekat mudik ke kampung halaman tetap masih tampak di sejumlah titik jalur utama pemudik, terutama yang menempuh perjalanan darat, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Lantas, kenapa masih banyak orang nekat mudik meski sudah dilarang?

Menjawab hal ini, Pengamat Psikososial dan Budaya, Endang Mariani mengatakan bahwa fenomena mudik Lebaran adalah salah satu wujud tradisi yang telah membudaya dan sudah berlangsung secara turun temurun.

"Sebenarnya, mudik atau pulang kampung bisa dilakukan kapan saja. Tapi mudik saat Lebaran menjadi istimewa," kata Endang saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: Seberapa Efektif Larangan Mudik untuk Cegah Corona Covid-19? Ini Kata Ahli

 

Sebab, kata dia, di hari raya terbesar umat Islam, biasanya semua kerabat dan sahabat yang merantau punya wkatu libur yang berbarengan.

Sehingga, mereka bisa saling bertemu di kampung halaman atau pun pulang kampung bersama-sama.

"Satu hal yang biasanya tidak bisa dihindari adalah adanya dorongan yang sangat kuat untuk bertemu orang tua. Sungkem, kalau budaya Jawa, untuk memohon maaf dan doa," jelas Endang.

Di tengah pandemi Covid-19, tradisi ini masih dapat dilakukan secara virtual.

Namun, menurut Endang, bagi banyak orang, ritual sungkem kepada orang tua akan terasa kurang afdol, jika dilakukan secara daring. Oleh sebab itu, banyak orang yang meski sudah dilarang mudik, tetap nekat pulang kampung.

Baca juga: Menkes Budi Jelaskan Alasan Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X