Kompas.com - 10/05/2021, 18:30 WIB
Wahana antariksa Viking Landers 1976. manusia hidup di mars, mungkinkah manusia tinggal di mars, fakta planet mars, viking landers 1976 NatgeokidsWahana antariksa Viking Landers 1976. manusia hidup di mars, mungkinkah manusia tinggal di mars, fakta planet mars, viking landers 1976


KOMPAS.com- Eksplorasi ke planet Mars adalah misi paling ambisius umat manusia guna mencari potensi kehidupan lain di luar Bumi. Jika seandainya manusia bisa hidup di Mars, bagaimana masa depan Ramadhan di planet ini?

Mars kemungkinan besar akan menjadi planet non-Bumi pertama yang akan disinggahi manusia dalam sepanjang sejarah peradaban.

Kendati dalam banyak hal kurang mengesankan ketimbang Venus yang kerap dijuluki sebagai kembaran Bumi, namun situasi permukaan Mars jauh lebih bersahabat dan kemungkinan manusia bisa hidup di Mars.

Menurut Pembimbing dan Pendamping Forum Kajian Ilmu Falak (FKIF) Gombong dan Majelis Kajian Ilmu Falak (MKF) Kebumen, Jawa Tengah Marufin Sudibyo, cukup menarik mencermati masa depan di Mars dan bagaimana umat beragama jika kelak dapat singgah di planet ini.

"Mengingat situs Gobekli Tepe (Turki) menunjukkan betapa sisi spiritualitas berperan penting dalam tumbuh kembangnya awal peradaban umat manusia, sekitar 12.000 tahun silam," kata Marufin kepada Kompas.com, Senin (10/5/2021).

Baca juga: Simulasi Hidup di Mars, Ilmuwan Tinggal di Lava Tube Gunung Api Hawaii

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

 

Analisis kemiripan Mars dan Bumi

Jika seandainya planet merah bisa dihuni dan manusia bisa hidup di Mars, maka menaklukkan lingkungan Mars menjadi salah satu tantangan terbesar penjelajahan umat manusia di masa depan. Termasuk bagi umat Islam yang mungkin singgah saat Ramadhan.

Sebab, permukaan planet merah ini sesungguhnya tidak ramah bagi manusia.

Suhu rata-rata planet Mars terlalu dingin, atmosfer planet ini juga sangat tipis, tidak ada magnetosfer. Bahkan, tanah di permukaan planet merah sangat kering, berdebu dan kerap memproduksi badai debu global.

Tanah di Mars juga tidak subur sebab mengandung perklorat, hingga air yang terbenam jauh di dalam tanah sebagai bekuan abadi (permafrost).

Baca juga: Ilmuwan Berhasil Temukan Cara Bikin Oksigen untuk Hidup di Mars

 

Kesemuanya adalah beberapa masalah yang telah diketahui hingga saat ini, yang menjadi tantangan besar bagi umat manusia yang ingin menghuni Mars. Namun, teknologi dan rekayasa teknik disebut dapat solusi dari masalah tersebut.

Marufin menjelaskan berdasarkan analisis komparatif juga memperlihatkan, bahwa dibandingkan dengan permukaan planet Venus, planet Mars jauh lebih bersahabat.

Kendati dimensi planet Mars hanya separuh Bumi dengan luas permukaan hanya seperempat permukaan Bumi, namun planet ini memiliki sejumlah identitas yang mirip Bumi. Misalnya saja, periode rotasi Mars adalah 24 jam 37 menit yang tak berbeda jauh dengan periode rotasi Bumi, yakni 23 jam 56 menit).

"Oleh sebab itu, satu hari di Mars relatif tak banyak berbeda dengan sehari di Bumi," ungkap Marufin, menjelaskan analisis jika seandainya di masa depan manusia Bumi bisa hidup di Mars.

Baca juga: 5 Karakteristik Planet Mars dan Fakta-fakta Unik Si Planet Merah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X