Kompas.com - 06/05/2021, 15:30 WIB
Seorang guru di SMAN 1 Cisolok bernama Susan Antela (31) mengalami kebutaan seusai divaksin Covid-19.



TRIBUN JABAR/M RIZAL JALALUDINSeorang guru di SMAN 1 Cisolok bernama Susan Antela (31) mengalami kebutaan seusai divaksin Covid-19.

KOMPAS.com - Ketua Komisi Nasional (Komnas) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Safari mengatakan, seorang guru bernama Susan yang disebut mengalami kelumpuhan setelah disuntik vaksin Covid-19 ternyata menderita Guillain-Barre Syndrome.

Hal ini disampaikan Hindra berdasarkan keterangan dari tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang menunjukkan Susan mengalami Guillain-Barre Syndrome, yaitu kondisi penyakit saraf.

"Diagnosis yang dibuat tim dokter RSHS (Guru Susan menderita) Guillain-Barre Syndrome," kata Hindra seperti pemberitaan Kompas.com, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Guru Susan di Sukabumi Lumpuh Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Keluarga: Berharap Kembali Sehat

Apa itu Guillain-Barre Syndrome? Serta, adakah hubungannya vaksin dengan Covid-19?

Guillain-Barre Syndrome (GBS) adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf tepi yang terjadi secara cepat dan progresif.

Dokter Spesialis Saraf di Primaya Hospital Karawang, Dr Henny Herawati SpS Neurologist menjelaskan, bahwa hingga saat ini penyebab pasti GBS tidak diketahui secara jelas.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akan tetapi, dari teori yang diyakini, GBS bisa dipicu oleh berbagai kondisi, seperti adanya infeksi penyakit sebelumnya, misal infeksi saluran pencernaan, saluran pernapasan, imunisasi, kehamilan, dan tindakan bedah sebelumnya.

Sementara, gejala yang ditimbulkan jika seseorang mengalami GBS adalah kelemahan, rasa berat, kesemutan atau mati rasa yang semakin lama semakin meluas di sekitar kaki atau tangan.

"Kelumpuhan itu sama saja dengan kelemahan," kata Henny kepada Kompas.com, Kamis (6/5/2021).

Kendati, salah satu pemicu GBS yang diketahui adalah imunisasi atau pemberian vaksin ke dalam tubuh, dengan gejala GBS adalah kelumpuhan, Henny berkata, angka kejadinnya sangat kecil dan jarang.

Sebelumnya, kasus kelumpuhan akibat imunisasi yang pernah ditemukan adalah pada vaksinasi influenza.

"Tapi angka kejadiannya (lumpuh GBS setelah vaksin) jarang kok," ujarnya.

Meski demikian, Henny tidak bisa memberikan kepastian, apakah memang vaksinasi Covid-19 yang membuat Susan, guru asal Sukabumi, Jawa Barat itu mengalami kelumpuhan.

"Kalau (lumpuh GBS) sama vaksin Covid-19 belum bisa dikaitkan, karena belum ada penelitiannya," kata dia.

"Untuk KIPI pada vaksin Covid-19 ini keterkaitannya dengan GBS ini belum bisa dibuktikan, mungkin diperlukan penelitian lebih lanjut," imbuhnya.

Baca juga: Ilmuwan: Risiko Pembekuan Darah akibat Covid-19 Delapan Kali Lebih Tinggi dari Vaksin AstraZeneca

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

Fenomena
Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Oh Begitu
7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Fenomena
Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Oh Begitu
7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

Kita
komentar
Close Ads X