Pulang atau Tidak Pulang: Mobilitas Pelajar Indonesia Jelang Hari Raya Idul Fitri

Kompas.com - 06/05/2021, 11:30 WIB
Penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020).

Oleh: Inayah Hidayati

Hingga awal Mei 2021 jumlah kasus Covid-19 di dunia menyentuh angka lebih dari 152 juta kasus terkonfirmasi dan angka kematian lebih dari 3 juta jiwa.

Kondisi ini tentu saja mempengaruhi kebijakan mobilitas internal maupun internasional di berbagai negara.

Data dari Hale, dkk. (2021) yang disajikan pada platform ourworldindata.org menunjukkan, 25 negara menutup perbatasan (total border closer) secara keseluruhan bagi pelaku mobilitas internasional.

Sementara Indonesia dan sebagian besar negara-negara di dunia, membatasi mobilitas internasional dari negara-negara tertentu yang berisiko meningkatkan penularan virus di dalam negeri.

Baca juga: 5 Alasan Pemerintah Terbitkan Larangan Mudik Lebaran Mei 2021

Berdasarkan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 8 Tahun 2021, hingga saat ini pemerintah masih melarang warga negara asing untuk memasuki Indonesia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya warga asing dengan kriteria terbatas yang disebutkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2020 yang diizinkan memasuki wilayah Indonesia.

Namun demikian, pelarangan mobilitas internasional ke Indonesia tidak berlaku bagi warga negara Indonesia (WNI).

Pada masa pandemi ini WNI dari luar negeri tetap diizinkan masuk ke Indonesia dengan melalui prosedur karantina dalam jangka waktu 5-14 hari.

Apalagi jelang hari raya Idul, Fitri arus kepulangan para migran internasional sudah mulai dirasakan, mulai dari pekerja migran, diaspora hingga pelajar migran internasional.

Kepulangan pelajar migran internasional dari luar negeri
Berdasarkan hasil survei Hidayati (2020), 46,37 persen pelajar migran Indonesia di luar negeri tetap memiliki niatan untuk pulang ke daerahnya walaupun kasus Covid-19 masih tinggi.

Alasan utama untuk pulang adalah para pelajar tersebut sudah menyelesaikan masa studinya (45,22%) dan mengunjungi keluarga karena sedang libur (32,33%).

Para pelajar migran internasional umumnya berasal dari negara-negara yang tidak menutup penuh perbatasannya, seperti Amerika Serikat dan sebagian besar Eropa.

Bahkan kondisi pandemi di negara setempat yang juga tinggi, dapat menjadi pendorong bagi mereka untuk memutuskan pulang ke Indonesia.

Baca juga: 3 Fakta Sains yang Jadi Alasan Larangan Mudik Lebaran 2021

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X