Kompas.com - 09/03/2021, 19:03 WIB
Pemuka agama menjalani vaksinasi Covid-19 Sinovac di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021). Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan ini menargetkan vaksinasi 10 ribu tokoh agama. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPemuka agama menjalani vaksinasi Covid-19 Sinovac di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021). Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan ini menargetkan vaksinasi 10 ribu tokoh agama.


KOMPAS.com- Vaksinasi Covid-19 adalah upaya yang dilakukan untuk menghentikan pandemi virus corona. Selain program vaksinasi nasional, vaksinasi mandiri juga disebut dapat memberi manfaat dalam upaya mendapatkan herd immunity.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Sawah Besar, Jakarta Pusat, dr Andi Khomeini TH SpPD mengungkapkan vaksinasi Covid-19 yang sudah berlangsung adalah upaya pemutusan penularan Covid-19.

"Terkait vaksinasi mandiri, menurut saya ada poin yang ditekankan. Pertama vaksinasi mandiri jangan sampai menganggu atau menggunakan stok yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan," kata dokter yang biasa disapa dr Koko saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/3/2021).

Dr Koko menyambut baik upaya vaksinasi mandiri atau vaksin gotong royong yang diusung usaha swasta.

Baca juga: Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut Founder Junior Doctor Network ini menyebut ada tiga poin terkait vaksinasi mandiri ini, antara lain sebagai berikut.

  1. Vaksinasi Covid-19 harus melibatkan semua pihak.
  2. Vaksinasi memiliki target sebagai upaya untuk menyehatkan bangsa dan negara, sehingga aksesnya harus diberikan seluas mungkin.
  3. Vaksin harus tersedia.

"Setelah vaksin tersedia, target vaksinasi harus diberikan seluas mungkin dan lebih cepat (diberikan) dan gratis," ungkapnya, seperti yang disampaikan dalam rilis dari Kementerian Kesehatan kepada Kompas.com tentang Refleksi Setahun Covid-19 di Indonesia.

Baca juga: Hanya 5 Provinsi yang Bisa Selesai Vaksinasi Covid-19 dalam Setahun

 

Pemerintah telah memberikan akses bagi usaha swasta dengan keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Salah satunya dilatarbelakangi oleh upaya semua pihak untuk membantu percepatan pemberantasan penyakit Covid-19 di seluruh Indonesia.

Kendati demikian, vaksin mandiri berbeda dengan vaksin yang sudah menjadi program pemerintah.

Vaksin dalam program pemerintah menggunakan vaksin Covid-19 buatan Sinovac, sedangkan untuk vaksinasi mandiri menurut rencana akan memakai vaksin Covid-19 buatan Sinopharm dan Moderna.

Baca juga: Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X