Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
The Conversation
Wartawan dan akademisi

Platform kolaborasi antara wartawan dan akademisi dalam menyebarluaskan analisis dan riset kepada khalayak luas.

Hanya 5 Provinsi yang Bisa Selesai Vaksinasi Covid-19 dalam Setahun

Kompas.com - 26/02/2021, 19:03 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Andree Surianta

WALAU Presiden Joko Widodo yakin bahwa vaksinasi nasional bisa rampung kurang dari setahun dengan 30.000 vaksinator yang menyuntik 30 orang per hari, hitungan statistik sumber daya kesehatan berbicara lain.

Program ambisius pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kekebalan masyarakat melalui vaksinasi Covid-19 sebanyak 70% penduduk itu kelihatannya akan tercapai targetnya hanya di lima provinsi: Jakarta, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Yogyakarta, dan Aceh.

Vaksinasi di provinsi DKI Jakarta – yang memiliki kasus positif Covid-19 tertinggi dengan sekitar seperempat dari total kasus nasional – akan tercepat selesai dalam 9 bulan, sementara provinsi terpadat, Jawa Barat (kasus tertinggi kedua dengan 14% dari total nasional), baru akan selesai setelah 34 bulan.

Secara nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan imunisasi rampung dalam 15 bulan pada Maret 2022.

Baca juga: Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Hitungan ini saya peroleh dari perkiraan jumlah vaksinator yang ada berdasarkan data sebaran tenaga kesehatan saat ini dan asumsinya jumlah tersebut tidak meningkat dalam jangka pendek.

Karena itu perlu ada kerja sama antarprovinsi. Provinsi yang memiliki vaksinator banyak perlu membantu provinsi yang vaksinatornya lebih sedikit. Tanpa ada kerja sama tersebut, karena mobilitas penduduk, virus corona akan berputar-putar di antara provinsi yang vaksinasinya tidak merata.

Jumlah dan sebaran vaksinator kunci kecepatan vaksinasi

Sebulan pertama perjalanan vaksinasi Covid-19 di Indonesia diwarnai polemik ihwal lambatnya pelaksanaan program imunisasi ini.

Bahkan, sempat ramai di media setelah Bloomberg memprediksi bahwa Indonesia perlu lebih dari 10 tahun untuk memvaksinasi 75% penduduknya jika kecepatan vaksinasi tidak berubah signifikan dari angka penyuntikan sekitar 60.000 dosis per hari.

Mengacu kepada laju vaksinasi saat ini, pemerintah Jawa Timur optimis bisa menyelesaikan vaksinasi di provinsinya dalam waktu 4 bulan. Pemerintah Jawa Barat pun menargetkan selesai vaksinasi dalam 6 bulan.

Selain ketersediaan vaksin, distribusi dan rantai dingin penyimpanan vaksin, salah satu faktor kunci yang mempengaruhi cepat atau lambatnya vaksinasi massal adalah jumlah vaksinator.

Jika rata-rata 900.000 orang divaksin per hari, maka imunisasi 181 juta jiwa bisa tercapai dalam 201 hari. Akan tetapi perhitungan ini hanya berlaku jika setiap orang divaksin satu kali saja. Faktanya, per 24 Februari, penyuntikan pertama vaksin untuk tenaga kesehatan sekitar 93.000 sehari, sementara penyuntikan dosis tahap kedua hanya sekitar 35.000.

Baca juga: Vaksinasi Tahap Kedua Indonesia, Apa Saja Efek Samping Vaksin Covid-19 pada Lansia?

Kebanyakan vaksin Covid-19 termasuk CoronaVac yang dipakai di Indonesia memerlukan dua penyuntikan, jadi waktu tersebut harus dikali dua. Jika setiap vaksinator bekerja 22 hari per bulan, maka 30.000 vaksinator akan memerlukan sekitar 18 bulan untuk menyelesaikan program ini.

Namun, yang lebih penting bukanlah jumlah vaksinator secara keseluruhan, tapi sebarannya. Saat saya tinjau per provinsi, kemungkinan besar sebaran vaksinator ini tidak merata.

Perlu dicatat bahwa kunci kecepatan terletak di rasio antara vaksinator dan populasi. Sederhananya, Jawa Timur yang mengklaim memiliki 11.300 vaksinator dan target vaksinasi 28 juta orang (rasio 1:2.500) akan dua kali lebih cepat dari DKI Jakarta yang rasionya 1:4.900 (DKI punya 1.500 vaksinator untuk 7 juta orang).

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Apakah Keabadian Itu Mungkin?

Apakah Keabadian Itu Mungkin?

Fenomena
Bagaimana Rayap Membangun Sarang Raksasanya?

Bagaimana Rayap Membangun Sarang Raksasanya?

Oh Begitu
Benarkah Makan Perlahan Bisa Turunkan Berat Badan?

Benarkah Makan Perlahan Bisa Turunkan Berat Badan?

Oh Begitu
Studi Ungkap Pengaruh Bulan bagi Siklus Menstruasi

Studi Ungkap Pengaruh Bulan bagi Siklus Menstruasi

Fenomena
Ada Berapa Lubang Hitam di Galaksi Bima Sakti?

Ada Berapa Lubang Hitam di Galaksi Bima Sakti?

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Fakta Menarik dari Salmon Kaleng Berusia 40 Tahun

Peneliti Ungkap Fakta Menarik dari Salmon Kaleng Berusia 40 Tahun

Oh Begitu
Temuan Mikroplastik di Situs Arkeologi, Ilmuwan Beri Peringatan

Temuan Mikroplastik di Situs Arkeologi, Ilmuwan Beri Peringatan

Fenomena
Studi Ungkap Hal yang Terjadi saat Matahari Mati

Studi Ungkap Hal yang Terjadi saat Matahari Mati

Fenomena
Mengapa Kencing Kucing Berbau Menyengat?

Mengapa Kencing Kucing Berbau Menyengat?

Oh Begitu
Studi: Diet Keto dapat Kurangi Risiko Alzheimer

Studi: Diet Keto dapat Kurangi Risiko Alzheimer

Kita
Apakah Bisa Konsumsi Ular Piton?

Apakah Bisa Konsumsi Ular Piton?

Kita
Apa Manfaat Tidur Telanjang bagi Kesehatan?

Apa Manfaat Tidur Telanjang bagi Kesehatan?

Oh Begitu
Studi: Sebelum Anjing, Rubah adalah Sahabat Manusia

Studi: Sebelum Anjing, Rubah adalah Sahabat Manusia

Oh Begitu
Mesir Kuno Anggap Galaksi Bima Sakti adalah Tangga Menuju Akhirat

Mesir Kuno Anggap Galaksi Bima Sakti adalah Tangga Menuju Akhirat

Oh Begitu
Benarkah Polusi Udara Sebabkan Sakit Kepala?

Benarkah Polusi Udara Sebabkan Sakit Kepala?

Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com