Kompas.com - 26/02/2021, 16:02 WIB
Tangkapan layar Tur Virtual Situs Arkeologi Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Situs Trowulan bisa dijelajahi secara virtual. Tangkapan Layar Kementerian Pendidikan dan KebudayaanTangkapan layar Tur Virtual Situs Arkeologi Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Situs Trowulan bisa dijelajahi secara virtual.


KOMPAS.com- Bagi Anda yang menyukai informasi pengetahuan tentang sejarah, serta kearifan budaya leluhur bangsa Indonesia, tetapi sulit mengakses daerah yang ingin dituju, saat ini boleh mencoba layanan tur virtual situs arkeologi yang bisa diakses di mana saja menggunakan gadget Anda.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Pusat Penelitian Arekologi Nasional telah menginisiasi dan meluncurkan secara resmi tur virtual situs arkeologi dan animasi Archi tersebut pada Jumat (19/2/2021).

Tur secara virtual ini dimaksudkan sebagai media pembelajaran anak-anak Indonesia supaya tertarik mempelajari keilmuan arkeologi.

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Puslit Arkenas) beserta 10 Balai-balai Arekeologi (Balar) se-Indonesia memasyarakatkan hasil-hasil riset penelitiannya melalui program Rumah Peradaban.

Baca juga: Ini Temuan Arkeologi di Indonesia dalam Satu Dekade Terakhir

 

Untuk diketahui, Rumah Peradaban adalah jembatan penghubung masyarakat dengan lembaga riset agar mudah mengakses berbagai informasi kesejarahan serta kearifan budaya leluhur bangsa Indonesia di masa lampau. 

Program ini memiliki semboyan yaitu Mengungkap, Memaknai, Mencintai.

Kepala Puslit Arkenas, I Made Geria menyampaikan bahwa layanan tur daring atau virtual situs arkeologi ini merupakan penajaman komponen output dari program Rumah Peradaban oleh Puslit Arkenas.

"Ini upaya memvirtualkan hasil-hasil riset (arkeologi) supaya bisa mudah dimaknai dan dipahami oleh masyarakat dan pelajar tentunya," jelasnya.

Baca juga: Gali Situs Pompeii, Ahli Temukan lagi Korban Letusan Gunung Vesuvius

 

"Ke depan tentunya akan kita upayakan juga melakukan digitalisasi terhadap buku-buku arsip peradaban yang selama ini hanya tersimpan rapi," imbuhnya.

Dengan kemudahan akses mengetahui informasi sejarah dari situs-situs arkeologi di nusantara melalui tur virtual tersebut, Made Geria menyampaikan, target dan harapan terbesar adanya inisiasi baru ini agar para pelajar juga lebih mudah mencari sumber yang faktual dan aktual menyangkut kesejarahan dan situs.

Sehingga, para pelajar tidak hanya mengandalkan pencarian di laman internet dengan sumber-sumber yang tidak tervalidasi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahan informasinya.

"Internet sekarang seperti kebutuhan pokok. Terutama bagi kaum milenial. Nah, kita harus mengapresiasi ini, sehingga dalam kegiatan menjadikan hasil riset kita ini menjadi bentuk itu (digital atau virtual)," kata dia.

Baca juga: Perubahan Iklim Ancam Lebih Banyak Kerusakan Situs Warisan Dunia

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Fenomena
Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Kita
Rahasia Alam Semesta: Berapa Berat Badan Manusia di Planet Lain?

Rahasia Alam Semesta: Berapa Berat Badan Manusia di Planet Lain?

Oh Begitu
Pahami Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa dan Penyebabnya

Pahami Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa dan Penyebabnya

Oh Begitu
Terkuak, Manusia Purba Bikin Lukisan di Gua Sambil Berhalusinasi

Terkuak, Manusia Purba Bikin Lukisan di Gua Sambil Berhalusinasi

Fenomena
Daftar Wilayah Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter akibat Siklon Tropis Surigae

Daftar Wilayah Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter akibat Siklon Tropis Surigae

Oh Begitu
komentar
Close Ads X