Kompas.com - 04/03/2021, 06:15 WIB
Hujan es di Danurejan, butiran es diambil oleh warga IST warga DanurejanHujan es di Danurejan, butiran es diambil oleh warga


KOMPAS.com- Fenomena hujan es yang turun pada Rabu (3/3/2021) siang menghebohkan warga di sejumlah wilayah di Yogyakarta.

Sebelumnya bongkahan-bongkahan es menghujani rumah warga, sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta dilanda hujan lebat yang disertai angin kencang.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Indonesia untuk tiga hari ke depan, dari Rabu (3/3/2021) hingga Jumat (5/3/2021).

Ada sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Beda dengan Salju, Begini Hujan Es Terbentuk

 

Salah satunya Yogyakarta, dan selain itu melanda wilayah lain di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

Lantas, bagaimana fenomena hujan es seperti di Yogyakarta ini terjadi?

Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, Reny Kraningtyas dalam siaran persnya mengatakan hujan es bersifat sangat lokal dengan radius sekitar 2 km.

Hujan es ini terjadi sebagai dampak pertumbuhan awan Cumulonimbus lebih dari 10 km.

"Hujan es adalah fenomena alam biasa dan biasanya terjadi bersamaan saat hujan lebat," kata Reny.

Baca juga: 4 Fakta Menarik Seputar Hujan Es

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X