Kompas.com - 03/03/2021, 17:02 WIB
Ilustrasi mutasi virus corona Brasil. Dalam suatu studi, ilmuwan menemukan varian baru virus corona Brasil lebih menular dan dapat meningkatkan risiko infeksi ulang Covid-19. Saat ini, varian virus P.1 itu telah muncul di Inggris. SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIAIlustrasi mutasi virus corona Brasil. Dalam suatu studi, ilmuwan menemukan varian baru virus corona Brasil lebih menular dan dapat meningkatkan risiko infeksi ulang Covid-19. Saat ini, varian virus P.1 itu telah muncul di Inggris.


KOMPAS.com- Varian virus corona penyebab Covid-19 yang muncul di Brasil, disebut oleh para ilmuwan, lebih mudah menyebar dan menular. Varian baru virus corona tersebut juga telah ditemukan di Inggris.

Varian baru virus corona Brasil yang sekarang ditemukan di Inggris tampaknya lebih menular dan dapat menghindari kekebalan yang diperoleh dari infeksi sebelumnya, seperti dilansir dari BBC, Rabu (3/3/2021),

Mutasi varian baru virus corona di Brasil yang disebut P.1 ini telah menjadi mimpi buruk bagi Manaus, kota di Amazon yang terpukul keras akibat varian virus tersebut.

Secara garis besar, sebuah studi mengungkapkan bahwa kemunculan varian virus corona P.1 ini menunjukkan bahwa virus itu dapat dua kali lebih menular daripada Covid sebelumnya.

Dengan penanganan sebelumnya, kemungkinan risiko infeksi ulang dapat terjadi dengan persentase antara 25 persen hingga 60 persen.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Terus Bermunculan, Ini 4 Mutasi Virus yang Diketahui

 

Kendati demikian, para ilmuwan mengatakan kondisi ini tidak boleh dimanfaatkan untuk memprediksi apa yang akan mungkin terjadi di Inggris.

Sebab, menurut salah satu peneliti utama, memang tidak mungkin mutasi varian virus corona P.1 dari Brasil tersebut akan segera lepas landas di Inggris, saat hanya ada enam kasus yang telah diidentifikasi dan saat ini sedang dipantau secara ketat.

"Anda memerlukan banyak pengenalan (virus) untuk memulai epidemi. Enam (kasus) sangat sedikit. Saya akan mengatakan jika Anda berhati-hati dan melakukan pelacakan kontak, ini akan berkurang," kata pakar penyakit menular, Prof Ester Sabino, dari Universitas São Paulo, Brasil.

Profesor Sharon Peacock, direktur pusat pengujian genetik virus corona di Inggris mengatakan, "Kami mengambil tindakan yang tepat. Ini (varian virus corona P.1) adalah temuan yang sangat menarik dan penting bagi Brasil, tetapi bagaimana kaitannya dengan Inggris belum diketahui," kata dia.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Brasil Ditemukan di Kota Amazon

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selain Wanita, NASA Bakal Kirim Manusia Lain ke Bulan di Misi Artemis

Selain Wanita, NASA Bakal Kirim Manusia Lain ke Bulan di Misi Artemis

Oh Begitu
Studi: Varian Virus Corona Afrika Selatan Terobos Pertahanan Vaksin Pfizer

Studi: Varian Virus Corona Afrika Selatan Terobos Pertahanan Vaksin Pfizer

Fenomena
[POPULER SAINS] Gempa Susulan Malang Kemarin Pagi | Alasan Gorila Menepuk Dada

[POPULER SAINS] Gempa Susulan Malang Kemarin Pagi | Alasan Gorila Menepuk Dada

Oh Begitu
Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Kita
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Oh Begitu
Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Oh Begitu
Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Kita
Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Oh Begitu
5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

Kita
Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

Oh Begitu
M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

Fenomena
Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Oh Begitu
komentar
Close Ads X