Usai Susun Syarat, China Bersedia Pinjamkan Sampel Bulan

Kompas.com - 20/01/2021, 12:02 WIB
Seorang ilmuwan mengambil kapsul yang berisi sampel bulan yang berhasil mendarat ke bumi pada 17 Desember 2020. China Daily/Reuters/DWSeorang ilmuwan mengambil kapsul yang berisi sampel bulan yang berhasil mendarat ke bumi pada 17 Desember 2020.

KOMPAS.com - Hampir lima dekade berselang, China berhasil membawa sampel bebatuan bulan ke bumi.

Kantor berita Xinhua melaporkan pada Senin (18/01/2021) bahwa sampel tersebut akan dibagikan kepada peneliti dari negara lain, asalkan para diplomat mereka dapat mematuhi aturan China terkait proses peminjaman dan pengembalian sampel.

Para diplomat dari berbagai negara diundang untuk mendengarkan Beijing menyusun aturan mengenai perawatan dan penanganan sampel bulan hingga bagaimana nantinya terobosan ilmiah akan dibagikan.

Baca juga: Wahana Change 5 China Kembali ke Bumi, Bawa Sampel Batuan Bulan

Wahana antariksa China Chang'e-5 mengambil sampel bebatuan bulan pada Desember tahun lalu.

Keberhasilan ini menjadikan China sebagai negara ketiga yang mengambil sampe dari bulan setelah Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet pada 1960-an dan 1970-an.

"Kami masih dalam tahap persiapan awal meneliti sampel bulan," kata Pei Zhaoyu, Wakil Direktur Program Bulan China.

Para ahli berharap sampel yang dibawa pesawat ruang angkasa Chang'e-5 dapat memberikan informasi baru mengenai sejarah dan evolusi bulan.

Ilustrasi ini menunjukkan komponen misi pengembalian sampel bulan Change 5 yang ambisius dari China. All About Space/Future via Live Science Ilustrasi ini menunjukkan komponen misi pengembalian sampel bulan Change 5 yang ambisius dari China.

Material sampel bulan

Administrasi Luar Angkasa Nasional China mengungkapkan Chang'e-5 mengumpulkan sekitar 1,73 kilogram material dari Oceanus Procellarum atau Ocean of Storms, sebuah area yang belum pernah dijelajahi manusia.

Ada dua sampel yang dibawa, satu berasal dari permukaan dan satu lainnya diambil dari kedalaman dua meter.

Diperkirakan sampel dari area tersebut berusia 1,2 hingga 1,3 miliar tahun.

Setelah mendarat di bumi pada 19 Desember 2020, sampel tersebut dikirim ke laboratorium milik Observatorium Astronomi Nasional di bawah koordinasi Akademi Sains China.

Baca juga: Change 5 Bawa Pulang Batuan Bulan, China Persiapkan Misi Selanjutnya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X