NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Kompas.com - 18/01/2021, 17:02 WIB
NASA lakukan uji coba roket Space Launch System (SLS) yang dibangun oleh Boeing. Roket yang diklaim super kuat ini adalah bagian dari program misi Artemis ke Bulan, untuk kembali membawa manusia ke Bulan setelah misi Apollo. NASA TelevisionNASA lakukan uji coba roket Space Launch System (SLS) yang dibangun oleh Boeing. Roket yang diklaim super kuat ini adalah bagian dari program misi Artemis ke Bulan, untuk kembali membawa manusia ke Bulan setelah misi Apollo.


KOMPAS.com - Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat ( NASA) akan segera kembali ke Bulan dalam misi Artemis pada 2024 mendatang.

NASA menggandeng Boeing, perusahaan pesawat terbang Amerika Serikat, untuk pengembangan roket untuk misi tersebut.

Mengutip Reuters, Senin (18/1/2021), roket eksplorasi luar angkasa NASA yang dibangun oleh Boeing secara singkat akhirnya menyalakan keempat mesin pada tahapan uji coba yang dilakukan pada Sabtu (16/1/2021).

Dalam uji coba tersebut, roket ini dipasang di fasilitas pengujian di Pusat Antariksa Stennis NASA di Mississipi. Roket Space Launch System (SLS) setinggi 212 kaki atau lebih dari 65 meter.

Baca juga: NASA Paparkan Tujuan Misi Astronot Artemis III ke Bulan 2024

 

"Kami mendapat banyak data yang akan dapat kami pilah untuk menentukan apakah diperlukan perbaikan dan apakah tanggal peluncuran perdana masih memungkinkan dilakukan pada November 2021," kata administrator NASA, Jim Bridenstine.

Uji mesin, tahap terakhir dari kampanye uji Green Run NASA yang hampir setahun.

Ini merupakan langkah penting bagi badan antariksa dan kontraktor SLS, Boeing sebelum peluncuran perdana misi tanpa awak yang berakhir akhir tahun ini di bawah program Artemis NASA.

Manajer program SLS NASA John Honeycutt memperingatkan perlunya peninjauan data dari tes yang sedang berlangsung.

Baca juga: Boeing Selesaikan Inti Roket SLS untuk Pesawat Antariksa NASA

 

Untuk menyimulasikan kondisi internal lepas landas roket yang sebenarnya, empat mesin roket Aerojet Rocketdyne RS-25 dinyalakan selama lebih kurang 1 menit dan 15 detik.

Roket ini menghasilkan daya dorong 1,6 juta pon dan mengonsumsi 700.000 galon propelan pada tempat uji terbesar NASA.

Megaroket terkuat di luar angkasa

SLS adalah bagian dari program Artemis NASA, yang bertujuan untuk membawa orang Amerika kembali ke Bulan pada tahun 2020-an, yang ditargetkan pada 2024.

Dilansir dari BBC, kemungkinan saat melakukan penerbangan perdananya, yang mungkin bisa dilakukan pada akhir tahun ini, SLS akan menjadi roket paling kuat yang pernah terbang ke luar angkasa.

Baca juga: NASA Rekrut Astronot untuk Misi ke Bulan dan Mars, Ini Kriterianya

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber BBC,Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Stunting, Apa yang Dilakukan agar Tumbuh Kembang Membaik?

Anak Stunting, Apa yang Dilakukan agar Tumbuh Kembang Membaik?

Kita
8 Fakta Tsunami Selandia Baru, Dipicu Gempa M 8,1 hingga Daerah Rawan

8 Fakta Tsunami Selandia Baru, Dipicu Gempa M 8,1 hingga Daerah Rawan

Fenomena
Kamasutra Satwa: Simpanse Jantan Tak Segan Lakukan Kekerasan Seksual

Kamasutra Satwa: Simpanse Jantan Tak Segan Lakukan Kekerasan Seksual

Oh Begitu
WHO: Tidak Realistis Pandemi Covid-19 Berakhir Tahun Ini

WHO: Tidak Realistis Pandemi Covid-19 Berakhir Tahun Ini

Oh Begitu
Cegah Obesitas dengan Membaca Informasi Gizi pada Label Kemasan Makanan

Cegah Obesitas dengan Membaca Informasi Gizi pada Label Kemasan Makanan

Oh Begitu
Hiu Glow In the Dark Ditemukan di Perairan Selandia Baru

Hiu Glow In the Dark Ditemukan di Perairan Selandia Baru

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Lukisan Perjamuan Terakhir Abad 16 Diyakini Potret Keluarga | Apa Itu Gempa Megathrust?

[POPULER SAINS] Lukisan Perjamuan Terakhir Abad 16 Diyakini Potret Keluarga | Apa Itu Gempa Megathrust?

Oh Begitu
Ingin Lihat Merkurius dan Jupiter di Langit? Amati Besok Pagi Sebelum Matahari Terbit

Ingin Lihat Merkurius dan Jupiter di Langit? Amati Besok Pagi Sebelum Matahari Terbit

Oh Begitu
Benarkah Diet Ekstrem Bikin Kita Rentan Terinfeksi Covid-19? Ini Kata Ahli

Benarkah Diet Ekstrem Bikin Kita Rentan Terinfeksi Covid-19? Ini Kata Ahli

Oh Begitu
Benarkah Nia Ramadhani Telmi karena Kurang Zat Besi? Ahli Jelaskan

Benarkah Nia Ramadhani Telmi karena Kurang Zat Besi? Ahli Jelaskan

Kita
Pandemi Covid-19 Picu Obesitas hingga Diabetes, Apa Hubungannya?

Pandemi Covid-19 Picu Obesitas hingga Diabetes, Apa Hubungannya?

Oh Begitu
Rumus BMI, Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh untuk Cegah Obesitas

Rumus BMI, Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh untuk Cegah Obesitas

Kita
Mulai Malam Ini, Oposisi Solar Vesta Tampak di Arah Timur Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Oposisi Solar Vesta Tampak di Arah Timur Langit Indonesia

Fenomena
Gangguan Mata Minus Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Kok Bisa?

Gangguan Mata Minus Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Kok Bisa?

Fenomena
Alasan Golongan Darah A Lebih Mungkin Terinfeksi Covid-19

Alasan Golongan Darah A Lebih Mungkin Terinfeksi Covid-19

Oh Begitu
komentar
Close Ads X