Seri Baru Jadi Ortu: Benarkah Tidur Siang Membuat Anak Lebih Pintar?

Kompas.com - 03/12/2020, 12:03 WIB
ilustrasi anak tidur shutterstock/Anatoliy Karlyukilustrasi anak tidur


KOMPAS.com - Tidur siang sama pentingnya dengan tidur malam bagi anak-anak. Bahkan, tidur siang menjadi kunci untuk memastikan anak-anak mendapatkan waktu istirahat yang dibutuhkan setiap hari.

Sebagian orangtua mungkin menganggap sepele tidur siang, padahal tidur siang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan anak, kesehatan fisik, meningkatkan kemampuan belajar, hingga menjaga suasana hati anak.

Menurut dr. Yovita Ananta, Sp.A, MHSM, IBCLC, Dokter Spesialis Anak Konsultan Laktasi RS Pondok Indah, tidur siang dibutuhkan anak untuk mengistirahatkan fisik dan otak anak.

“Setelah anak tidur siang yang cukup, biasanya anak menjadi lebih segar dan memiliki energi, juga memiliki mood yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak tidur siang,” ujar dr. Yovita kepada Kompas.com.

Baca juga: Gen untuk Tidur Siang Memang Ada, Para Peneliti Membuktikannya

Dalam proses tumbuh dan berkembang, tidur siang memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran anak untuk beristirahat dan memulihkan tenaga selama perubahan besar itu.

Selain itu, jika anak-anak dalam kondisi kelelahan, akan lebih sulit bagi mereka untuk tidur dengan mudah di malam hari.

Melansir WebMD ada tiga manfaat lain dari tidur siang:

1. Tidur siang membantu anak-anak belajar

Satu studi tentang anak-anak prasekolah menemukan, tidur siang membantu mereka bermain lebih baik dalam permainan memori. Yang mendapat manfaat terbesar dari tidur siang adalah mereka yang membiasakan tidur siang setiap hari.

“Beberapa penelitian juga menyebutkan kepintaran dan kecerdikan anak dapat bertambah apabila ia rutin tidur siang,” kata dr. Yovita.

2. Tidur siang membantu anak-anak tetap fit

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang tidur - atau yang tidur tidak teratur - cenderung memiliki tingkat obesitas yang lebih tinggi.

Sebagian alasannya mungkin terkait dengan cara mereka makan saat lelah.

Beberapa penelitian menemukan bahwa anak-anak cenderung makan lebih banyak ketika mereka tidak cukup tidur. Mereka juga cenderung memilih makanan yang tidak sehat.

Selain itu, ketika anak-anak lelah, mereka tidak akan memiliki banyak energi untuk aktif dan berolahraga yang cukup, yang mana ini penting untuk memiliki berat badan yang sehat.

Baca juga: 8 Manfaat Tidur Siang, Meningkatkan Memori dan Baik untuk Jantung

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO: Tak Ada Bukti 33 Lansia di Norwegia Tewas Akibat Vaksin Covid-19

WHO: Tak Ada Bukti 33 Lansia di Norwegia Tewas Akibat Vaksin Covid-19

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Alasan Pneumonia Akibat Covid-19 Lebih Merusak Paru-paru

Peneliti Ungkap Alasan Pneumonia Akibat Covid-19 Lebih Merusak Paru-paru

Oh Begitu
Menyingkap Meteor-Sangat Terang di Balik Dentuman Misterius Bali

Menyingkap Meteor-Sangat Terang di Balik Dentuman Misterius Bali

Fenomena
Teka-teki Kumbang Bercahaya, Fosil 99 Juta Tahun Ini Beri Petunjuknya

Teka-teki Kumbang Bercahaya, Fosil 99 Juta Tahun Ini Beri Petunjuknya

Fenomena
Kenapa Sayap Kupu-kupu Lebih Besar dari Badan? Ahli Temukan Jawabannya

Kenapa Sayap Kupu-kupu Lebih Besar dari Badan? Ahli Temukan Jawabannya

Oh Begitu
Mengenal Virus Nipah, Ancaman Pandemi Berikutnya di Asia

Mengenal Virus Nipah, Ancaman Pandemi Berikutnya di Asia

Oh Begitu
Astronom Temukan Danau Terbesar di Salah Satu Satelit Saturnus

Astronom Temukan Danau Terbesar di Salah Satu Satelit Saturnus

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Bangkai Paus Terbesar Ditemukan | Ahli Bikin Tikus Lumpuh Berjalan | BMKG Ingatkan Potensi Awan Cumulonimbus

[POPULER SAINS] Bangkai Paus Terbesar Ditemukan | Ahli Bikin Tikus Lumpuh Berjalan | BMKG Ingatkan Potensi Awan Cumulonimbus

Oh Begitu
BMKG: Jawa Barat Banyak Sesar Aktif, Masyarakat Perlu Waspada Potensi Gempa Bumi

BMKG: Jawa Barat Banyak Sesar Aktif, Masyarakat Perlu Waspada Potensi Gempa Bumi

Fenomena
Pestisida Bikin Lebah Kurang Tidur, Ini Dampak untuk Lingkungan

Pestisida Bikin Lebah Kurang Tidur, Ini Dampak untuk Lingkungan

Fenomena
SpaceX Cetak Rekor Dunia Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Terbanyak

SpaceX Cetak Rekor Dunia Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Terbanyak

Fenomena
Keren, Petir Biru Terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Keren, Petir Biru Terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Fenomena
IBD, Penyakit Autoimun di Saluran Cerna dari Gejala hingga Komplikasi

IBD, Penyakit Autoimun di Saluran Cerna dari Gejala hingga Komplikasi

Kita
Puncak Musim Hujan Indonesia, Ini Wilayah Waspada Risiko Bencana Hidrometeorologi

Puncak Musim Hujan Indonesia, Ini Wilayah Waspada Risiko Bencana Hidrometeorologi

Fenomena
BMKG: Aktivitas Gempa di Indonesia Meningkat Sejak Awal Januari

BMKG: Aktivitas Gempa di Indonesia Meningkat Sejak Awal Januari

Fenomena
komentar
Close Ads X