Tuna Vs Salmon, Mana Lebih Sehat?

Kompas.com - 01/12/2020, 17:02 WIB
Ilustrasi potongan filet ikan tuna Shutterstock/meanmachine77Ilustrasi potongan filet ikan tuna

KOMPAS.com - Bukan rahasia lagi, makan ikan baik untuk kita. Ikan mengandung banyak protein, lemak sehat, dan nutrisi penting lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan.

Tuna dan salmon adalah dua pilihan makanan laut populer yang biasa diolah.

Namun dari tuna dan salmon, manakah yang lebih sehat dan direkomendasikan?

Baca juga: Manfaat Sehat Salmon bagi Tubuh

Perbandingan kuliner

Dilansir Healthline, tuna dan salmon memiliki tekstur dan warna yang berbeda dari ikan laut umumnya.

Biasanya ikan laut memiliki daging putih dengan tekstur halus, dan rasa lembut. Namun, tuna dan salmon memiliki warna gelap, tekstur tegas, dan rasa yang lebih kuat.

Berikut perbedaan tuna dan salmon dalam makanan:

Tuna

Tuna adalah ikan besar dan berotot dengan daging berwarna merah muda hingga merah tua tergantung pada varietasnya.

Warna daging tuna berasal dari mioglobin, protein penyimpan oksigen yang ditemukan di otot.

Mioglobin dapat rusak dengan cepat saat dipanaskan. Ini kenapa tuna yang dimasak atau tuna kalengan, warnanya terlihat lebih abu-abu daripada tuna mentah.

Albacore, atau tuna sirip panjang, adalah varietas tuna yang populer. Dagingnya berwarna lebih cerah dan memiliki citra rasa lebih lembut. Tuna albacore biasanya dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar. Tuna albacore kalengan biasa disebut sebagai tuna putih.

Tuna sirip kuning adalah varietas umum lainnya. Ukurannya lebih kecil dan berwarna merah tua. Varietas ini sering digunakan untuk sushi, meski bisa juga dibakar atau dipanggang. Tuna sirip kuning juga dikenal dengan nama Hawaii ahi.

Jika Anda membeli tuna kalengan, kemungkinan besar Anda akan mendapatkan satu atau kombinasi varietas sirip kuning, cakalang, atau tongol.

Karena tuna rendah lemak, biasanya dimasak hingga setengah matang pada suhu 52 derajat Celsius untuk mempertahankan kelembapan. Tuna yang terlalu matang bisa jadi sangat kering.

Meskipun demikian, Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan memasak semua makanan laut dengan suhu internal 63 derajat Celsius untuk mencegah penyakit bawaan makanan.

Salmon dari Norwegia.FLICKR/BakiOguz via ABC INDONESIA Salmon dari Norwegia.

Salmon

Daging salmon berwarna merah muda hingga oranye kemerahan. Ini adalah hasil dari makanannya, yang terdiri dari krill dan krustasea kecil.

Salmon kaya akan karotenoid berwarna-warni, yaitu astaxanthin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X