Usai Perjalanan 5,24 Miliar Kilometer, Hayabusa2 Kembali ke Bumi

Kompas.com - 24/11/2020, 08:05 WIB
Lokasi pendaratan pesawat ruang angkasa Hayabusa2 di asteroid Ryugu. Bayangan Hayabusa2 terlihat jelas. Lokasi pendaratan pesawat ruang angkasa Hayabusa2 di asteroid Ryugu. Bayangan Hayabusa2 terlihat jelas.

KOMPAS.com - Peneliti tengah bersiap dengan kedatangan wahana antariksa Hayabusa2 ke Bumi.

Pada 6 Desember nanti, wahana milik Badan Antariksa Jepang ini akan kembali ke Bumi dan membawa serta kargo yang luar biasa berharga.

Seperti dikutip dari Science Alert, Senin (23/11/2020) Hayabusa2 akan membawa setidaknya 100 miligram material yang dikumpulkan dari permukaan asteroid Ryugu.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Asteroid antara Mars-Jupiter Bernilai 10 Juta Triliun Dollar AS

Namun rupanya, Hayabusa2 tak akan langsung beristirahat. Wahana ini hanya akan menjatuhkan kapsul berisi sampel ke Bumi.

Tepatnya di kota gurun Woomera, di gurun Australia Selatan, di mana para ilmuwan telah menunggu kedatangan kargo yang langka itu.

Hayabusa2 selanjutnya akan melanjutkan perjalanannya untuk mengunjungi lebih banyak asteroid lain.

Kembalinya Hayabusa2 sendiri menandai tonggak pencapaian ilmu luar angkasa yang luar biasa. Pasalnya merencanakan perjalanan Hayabusa2 melibatkan penghitungan yang rumit.

Asteroid Ryugu yang sebelumnya dikenal dengan nama 1999 JU3 ini berada pada orbit elips yang membawanya tepat di dalam jalur orbit Bumi mengelilingi Matahari dan keluar hampir sejauh orbit Mars.

Untuk mendarat di sana, ilmuwan harus mengkalkulasi di mana asteroid akan berada di masa depan dan merencanakan jalur untuk membawa wahana antariksa ke tempat yang dituju.

Kemudian wahana harus bisa mendarat di asteroid sebanyak dua kali, mengumpulkan material dua kali, dan memantul kembali dari asteroid sebelum akhirnya ke Bumi.

Dengan keberhasilan misi itu, Hayabusa2 mencatatkan total perjalanan sekitar 5,24 miliar kilometer dengan total waktu selama 6 tahun di luar angkasa.

Baca juga: Uji Kesuburan Tanah di Mars, Ahli Lakukan Simulasi Bercocok Tanam

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Laut Banda Dipicu Aktivitas Subduksi

Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Laut Banda Dipicu Aktivitas Subduksi

Fenomena
Sistem Kekebalan Tubuh dapat Mengingat Virus Corona Selama 6 Bulan

Sistem Kekebalan Tubuh dapat Mengingat Virus Corona Selama 6 Bulan

Oh Begitu
Selain Risiko Kematian, Pasien Covid-19 Dihantui Gejala Menetap

Selain Risiko Kematian, Pasien Covid-19 Dihantui Gejala Menetap

Oh Begitu
Lapan: Berkurangnya Area Hutan Picu Banjir Kalimantan Selatan

Lapan: Berkurangnya Area Hutan Picu Banjir Kalimantan Selatan

Oh Begitu
Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Fenomena
CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

Oh Begitu
Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Oh Begitu
9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Oh Begitu
BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Fenomena
Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Fenomena
[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

Fenomena
NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Fenomena
Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
komentar
Close Ads X