Kompas.com - 11/11/2020, 08:05 WIB
Gigi susu anak Neanderthal. sciencealertGigi susu anak Neanderthal.

KOMPAS.com - Sepupu Homo sapiens ini mungkin telah lama punah, namun berbagai penelitian masih terus dilakukan untuk mempelajari seperti apa kehidupan mereka.

Kini peneliti kembali berhasil menemukan hal lain mengenai Neanderthal, yakni bagaimana mereka membesarkan anak.

Seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (10/11/2020) hal tersebut terungkap setelah peneliti melakukan studi baru dengan cara mempelajari tiga gigi susu Neanderthal.

Baca juga: DNA dari Neanderthal Bikin Covid-19 Lebih Parah, Kok Bisa?

Gigi anak Neanderthal itu ditemukan di Italia dan diperkirakan berusia 45.000 hingga 70.000 tahun.

Potongan-potongan gigi tersebut kemudian di teliti menggunakan teknik geokimia, histologis, analisis isotop strontium serta selanjutnya direkonstruksi.

Hasilnya cukup menakjubkan, studi yang dipublikasikan di PNAS ini mengungkap, jika anak-anak Neanderthal mulai makanan padat pada usia sekitar 5-6 bulan, seperti halnya manusia modern.

Gigi memiliki garis pertumbuhan yang mirip dengan cincin dalam batang pohon, sehingga mampu menandai pergesaran dan perkembangan pola makan.

Temuan ini pun membantu beberapa misteri seputar bagaimana anak-anak Neanderthal dilahirkan dan dibesarkan.

"Sekarang kami tahu bahwa Neanderthal juga mulai menyapih anak-anak mereka, sama seperti yang dilakukan manusia modern," ungkap Alessia Nava, antroplog dari Univerity of Kent, Inggris.

Baca juga: Perubahan Suhu Drastis Memicu Neanderthal Ciptakan Inovasi Alat

 

Seperti halnya manusia modern, Neanderthal melakukan penyapihan karena adanya dorongan kebutuhan dalam pertumbuhan otak.

Jika memang itu benar, ahli dapat menyimpulkan lebih banyak detil lagi mengenai evolusi sepupu Homo sapiens ini.

"Hasil penelitian menemukan adanya kebutuhan energi yang sama antara Homo sapiens dan Neanderthal selama masa pertumbuhan bayi," tambah Stefano Benazzi, antropolog dari Universitas Bologna, Italia.

Faktor di atas akhirnya menimbulkan hipotesis, bahwa bayi Neanderthal yang lahir memiliki berat yang sama dengan manusia modern, memiliki kemungkinan riwayat kehamilan yang serupa, serta interval antar kelahiran yang pendek.

Selanjutnya, peneliti berharap bisa melakukan penelitian mengenai gigi yang lebih mendalam di masa depan.

Sebab gigi susu terbentuk di dalam rahim, analisis gigi juga dapat memberi tahu lebih lanjut mengenai pola makan dan juga kehidupan ibu serta anak-anak.

Baca juga: Tali Tertua di Dunia Ditemukan, Pembuatnya Manusia Purba Neanderthal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Oh Begitu
Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Oh Begitu
Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Oh Begitu
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Fenomena
Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Fenomena
Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Fenomena
Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Oh Begitu
Studi CDC Ungkap Vaksin Booster Dibutuhkan untuk Melawan Omicron

Studi CDC Ungkap Vaksin Booster Dibutuhkan untuk Melawan Omicron

Oh Begitu
Pfizer-BioNTech Luncurkan Uji Coba Vaksin Khusus Omicron

Pfizer-BioNTech Luncurkan Uji Coba Vaksin Khusus Omicron

Oh Begitu
Inggris Disebut Berhasil Keluar dari Pandemi Covid-19 Pertengahan Januari, Ini Kata Ahli

Inggris Disebut Berhasil Keluar dari Pandemi Covid-19 Pertengahan Januari, Ini Kata Ahli

Oh Begitu
Kapan Pasien Positif Omicron Harus ke Rumah Sakit?

Kapan Pasien Positif Omicron Harus ke Rumah Sakit?

Kita
[POPULER SAINS]: Putri Nurul Arifin Meninggal karena Henti Jantung | Kakek Tewas Dikeroyok | Batuan Warna Ungu di Mars

[POPULER SAINS]: Putri Nurul Arifin Meninggal karena Henti Jantung | Kakek Tewas Dikeroyok | Batuan Warna Ungu di Mars

Oh Begitu
Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.