Kompas.com - 04/10/2020, 18:01 WIB
Ilustrasi pasien Covid-19 di ruang perawatan intensif (ICU). SHUTTERSTOCK/HalfpointIlustrasi pasien Covid-19 di ruang perawatan intensif (ICU).

KOMPAS.com - Menurut studi terbaru yang terbit di jurnal Nature, pasien Covid-19 yang memiliki potongan DNA Neanderthal lebih berisiko mengalami komplikasi parah.

Potongan DNA Neanderthal masuk ke genom manusia sekitar 60.000 tahun lalu.

Nah, orang yang membawa kode genetik yang diwariskan sepupu manusia purba kita itu, tiga kali lebih mungkin membutuhkan perawatan dengan alat bantu pernapasan mekanis (mechanical ventilation).

Baca juga: IDI: Dokter Meninggal Akibat Covid-19 Bertambah 3, Capai 130 Orang

Ada banyak alasan kenapa pasien Covid-19 membutuhan perawatan intensif sementara yang lain hanya memiliki gejala ringan atau tidak bergejala sama sekali.

Usia lanjut, berjenis kelamin pria, dan masalah medis yang sudah ada sebelumnya dapat meningkatkan gangguan yang lebih serius.

Namun, faktor genetik juga dapat berperan seperti yang dijelaskan dalam temuan baru yang terbit Rabu (7/9/2020).

"Sangat mengejutkan bahwa warisan genetik dari Neanderthal memiliki konsekuensi yang sangat parah dalam masa pandemi saat ini," kata rekan penulis Svante Paabo, direktur departemen genetika di Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi.

Seperti diberitakan AFP, Kamis (1/10/2020), penelitian terbaru oleh Covid-19 Host Genetics Iitiative mengungkap bahwa varian genetik di wilayah tertentu kromosom 3, yakni salah satu dari 23 kromosom dalam genom manusia dikaitkan dengan bentuk penyakit yang lebih parah.

Wilayah kromosom 3 tersebut diketahui menyimpan kode genetik dari Neanderthal.

Oleh sebab itu, Paabo dan rekan penuli Hugo Zeberg memutuskan mencari kaitan varian genetik tersebut dengan Covid-19.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.