Covid-19 Mematikan Beberapa Orang, Studi Ungkap Sistem Kekebalan bisa Melawan Balik

Kompas.com - 25/09/2020, 18:02 WIB
Ilustrasi virus corona menginfeksi tubuh menyebabkan Covid-19. Pada sebagian orang Covid-19 dapat mematikan, studi mengungkap virus SARS-CoV-2 dapat memengaruhi protein interferon tipe I (IFN) dalam melawan virus dan membuat sistem kekebalan berbalik melawan dirinya sendiri. SHUTTERSTOCK/creativenekoIlustrasi virus corona menginfeksi tubuh menyebabkan Covid-19. Pada sebagian orang Covid-19 dapat mematikan, studi mengungkap virus SARS-CoV-2 dapat memengaruhi protein interferon tipe I (IFN) dalam melawan virus dan membuat sistem kekebalan berbalik melawan dirinya sendiri.


KOMPAS.com- Bagi beberapa orang Covid-19, penyakit baru ini tidak memberikan dampak sakit yang parah dan sembuh dengan cepat.

Namun, tak sedikit pula pasien yang harus merasakan sakit parah, bahkan membuat penyakit ini sangat mematikan saat virus corona mulai menginfeksi tubuh.

Melansir Science Alert, Jumat (25/9/2020), dua studi baru telah mengidentifikasi mekanisme sistem kekebalan penting yang dapat membantu menjelaskan mengapa virus begitu mematikan, tetapi hanya pada sebagian orang.

Sebab, di antara jutaan nyawa yang hilang karena Covid-19, ada hal yang sulit dipahami, yakni ketika seseorang dengan tubuh sehat muda, tetapi seolah-olah menjadi sangat rentan pada infeksi virus corona baru, SARS-CoV-2.

Penelitian ini membantu menjelaskan beberapa hal, seperti mengapa pria lebih rentan dibandingkan wanita.

Baca juga: Ilmuwan Rusia Laporkan Vaksin Corona Merespons Kekebalan Tubuh

 

Dalam salah satu makalah penelitian menunjukkan interferon tipe 1 (IFN) berperan dalam perbedaan penting pada hasil Covid-19.

IFN adalah protein yang diproduksi oleh sel yang terinfeksi untuk membantu menghentikan penyebaran apapun yang menginfeksinya. Namun, bagi sebagian orang, protein ini justru memberi efek lain yang buruk bagi tubuhnya.

Salah satu studi menunjukkan, lebih dari 10 persen orang sehat yang berakhir dengan gejala Covid-19 yang parah memiliki antibodi yang dapat menyerang IFN pasien itu sendiri dan menghentikannya melawan virus SARS-CoV-2.

"Temuan ini memberikan bukti kuat bahwa gangguan interferon tipe 1 sering kali menjadi penyebab Covid-19 memperparah kondisi dan mengancam jiwa," kata dokter Jean-Laurent Casanova, kepala Laboratorium Genetika Manusia Penyakit Menular St. Giles di The Rockefeller University.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Bukti Bagian dari Sistem Kekebalan dapat Memperparah Covid-19

 

Dr Casanova mengatakan setidaknya teori tersebut dapat memberikan pemahaman terkait upaya untuk mengatasi masalah interferon dengan pengobatan dan intervensi yang ada.

Sabotase sistem kekebalan pada IFN

Casanova dan timnya mengidentifikasi antibodi yang secara keliru menetralkan satu atau lebih protein IFN dalam tubuh, pada setidaknya 101 dari 987 pasien Covid-19 yang diteliti dalam studi ini.

Peneliti mengatakan bahwa ini bukan kali pertama mereka melihat sistem kekebalan menyabotase dirinya sendiri dan menghentikan interferon melakukan tugasnya untuk melawan serangan virus.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X