Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Kompas.com - 24/09/2020, 19:02 WIB
Lubang besar di Siberia Twitter Massimo @Rainmaker1973Lubang besar di Siberia


KOMPAS.com- Sebuah lubang misterius muncul di Siberia, Rusia yang tidak sengaja ditemukan kru TV baru-baru ini.

Lubang ini berukuran lebih dari setengah lapangan sepak bola.

Melansir National Geographic, Kamis (24/9/2020), temuan baru-baru ini hanyalah salah satu di antara beberapa lubang atau kawah aneh lain yang ditemukan di Kutub Utara Siberia, yang kali pertama ditemukan pada 2014.

Para ilmuwan meyakini kawah tersebut terbentuk dari ledakan gas metana dan karbon dioksida yang terperangkap di dalam gundukan tanah dan es.

Ahli mengatakan sebuah fenomena yang mungkin saja terjadi yang mungkin dapat semakin umum saat iklim semakin hangat.

Baca juga: Lubang Misterius Sedalam 30 Meter Muncul di Siberia

 

"Kamis masih belum tahu apa yang sedang terjadi. Dan apakah itu akan terjadi di tempat lain," kata Sue Natali, ahli permafrost di Woodwell Climate Research Center di Falmouth, Massachusetts.

Studi baru tentang kawah lain menunjukkan satu kemungkinan tentang terbentuknya lubang seperti yang ditemukan di Siberia. Mekanisme cryovolcanism, di mana letusan berbentuk lumpur beku atau cair daripada batuan yang membara.

Fenomena seperti itu, kata ahli, juga terdapat ditempat lain di tata surya ini, seperti yang muncul di bulan berair Saturnus, Enceladus.

Akan tetapi, cryovolcanism dianggap tidak umum terjadi di Bumi. Dengan mempelajari lubang misterius Siberia ini dapat memberi petunjuk tentang apa yang terjadi di dunia yang sangat jauh itu.

Baca juga: Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

 

"Ada proses yang terjadi dan mungkin bahkan belum kita pikirkan. Mungkin ada lebih banyak di luar sana," kata Natali.

Lubang Siberia pertama ditemukan pada tahun 2014, yang mana anggapan umum menduga itu terbentuk akibat serangan meteorit atau ledakan rudal.

Beberapa tahun kemudian, para peneliti telah mengindentifikasi 15 kawah lain yang diduga berasal dari ledakan alam.

Lubang yang baru ditemukan, nomer 17, menurut Evgeny Chuvilin, pakar permafrost di Skoltech Center for Hydrocarbon Recovery Rusia kemungkinan yang terbesar.

Lubang misterius di Siberia ditemukan tak sengaja oleh kru TV saat melintas di atasnya. iflscience Lubang misterius di Siberia ditemukan tak sengaja oleh kru TV saat melintas di atasnya.

Lubang-lubang yang muncul di Arktik tidak mudah untuk dipelajari, sebab tempat itu berisi air beberapa bulan hingga tahun setelah ledakan. Sehingga, menyamarkannya sebagai salah satu dari banyak danau yang tersebar di wilayah tersebut.

Setelah lubang misterius yang ditemukan di Semenanjung Yamal di barat laut Siberia, Chuvilin dan timnya bergegas mencari tahu dan menelitinya.

"Saat berada di dekat kawah, pertama-tama Anda akan terkejut dengan ukurannya," kata Chuvilin.

Ancaman ledakan dari kawah Siberia

Dengan penelitian tersebut, para ilmuwan berharap bisa memahami proses dibalik ledakan, serta memprediksi di mana lubang ini akan kembali muncul. Sebab, ledakan kombinasi gas ini dapat menimbulkan risiko bagi penduduk setempat.

Baca juga: Lubang Misterius di Arkansas Semburkan Api

 

Menurut Andrey Bychkov, ahli geokimia di Lomonosov Moscow State University yang mempelajari kawah lain mengatakan penduduk melaporkan mendengar adanya ledakan atau api di dekat kawah yang baru ditemukan.

Pada tahun 2017, sebuah kawah dilaporkan meledak di dekat kamp penggembala rusa kutub Nenets. Ancaman ledakan dari kawah ini juga berpotensi meluas ke infrastruktur migas yang melimpah di kawasan itu.

Peneliti telah menganalisis kawah lain dengan mengambil sampel dinding es. Berdasarkan analisis yang dilakukan terdapat beberapa petunjuk tentang apa yang sedang terjadi.

Pada tahun 2018, Bychkov dan timnya mengusulkan ledakan itu adalah bentuk dari cryovolcanism yang pusatnya di sekitar kombinasi ledakan gas, es, air dan lumpur.

Baca juga: Bagaimana Lubang Hitam Supermasif dapat Membunuh Galaksi Inangnya?

 

Kawah terbentuk di dalam permafrost, tanah yang biasanya tetap beku selama musim panas, yang menyelimuti sekitar 9 juta mil persegi Belahan Bumi Utara. Tampaknya lapisan tanah beku ini, yang dikenal sebagai taliks, menunjukkan keberadaan kantong-kantong di bawah permukaannya.

Salah satu bentuk taliks yang umum adalah di bawah danau, di mana air di atasnya memanas dan mengisolasi tanah di bawahnya.

Sementara para ilmuwan mencoba mengungkap mekanisme pasti di balik ledakan, prosesnya kemungkinan merupakan bentuk cryovolcanism yang melibatkan letusan es dan lumpur. Ini terjadi dimulai dari kantong tanah yang tidak beku, yang disebut taliks, yang dikelilingi permafrost.

Namun, ilmuwan menyimpulkan dugaan asal-usul lubang misterius menganga di Kutub Utara Siberia kemungkinan terbentuk dari penumpukan gas yang eksplosif di dalam gundukan lumpur dan es yang membeku.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X