Alat-alat Batu di Goa Maluku Utara Beri Petunjuk Manusia Pelintas Pulau

Kompas.com - 07/09/2020, 08:16 WIB
Alat-alat batu dari gua di Maluku Utara memberi petunjuk kehidupan manusia pelintas kepulauan seribu tahun lalu ANU, Author providedAlat-alat batu dari gua di Maluku Utara memberi petunjuk kehidupan manusia pelintas kepulauan seribu tahun lalu

Oleh Shimona Kealy dan Sue O'Connor

KAPAK dan manik-manik prasejarah yang ditemukan di goa-goa di Pulau Obi, Maluku Utara, menunjukkan bahwa area itu adalah tempat penting bagi pelaut-pelaut yang tinggal di wilayah itu ketika Zaman Es terakhir mulai berlalu.

Temuan kami, yang terbit bulan lalu di PLOS ONE, menunjukkan bahwa manusia tiba di pulau tropis tersebut paling tidak 18.000 tahun lalu, dan kemudian berhasil terus bermukim di sana selama 10.000 tahun kemudian.

Temuan itu juga menjadi bukti arkeologi pertama yang mendukung argumen bahwa pulau-pulau di sana sangat penting bagi manusia yang bermigrasi antar-pulau seribu tahun yang lalu.

Pada awal April 2019, kami dan rekan-rekan dari Universitas Gadjah Mada dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menjadi arkeolog pertama yang mengeksplor Obi.

Kami menemukan contoh kapak edge-ground (kapak yang salah satu sisinya diasah tajam) tertua dari Indonesia timur. Kapak ini dibuat dengan mengasah sebuah batu hingga tajam menggunakan material kasar seperti sandstone (batu sedimen).

Kapak-kapak ini kemungkinan digunakan untuk membuka hutan dan membuat kano.

ANU, Author provided Kapak batu adalah alat penting untuk membuka hutan dan membuat kano.

Temuan kami menunjukkan bahwa orang prasejarah yang tinggal di Obi mampu hidup dengan baik di darat dan di laut, berburu di hutan hujan yang lebat, mencari makan di tepi laut, dan bahkan mungkin membuat kano untuk bepergian antarpulau.

Penelitian kami adalah bagian dari proyek untuk memahami bagaimana orang-orang pertama kali tersebar dari benua Asia, melalui kepulauan Indonesia dan tiba di Sahul - sebuah benua prasejarah yang dulu menghubungkan Australia dan Papua.

Batu loncatan

Model terbaru oleh peneliti CABAH mengidentifikasi kumpulan pulau-pulau kecil di timur laut Indonesia - khususnya Obi - sebagai “batu loncatan” yang paling mungkin digunakan oleh manusia dalam perjalanan mereka ke arah timur menuju daerah utara Sahul (kini Pulau Papua), sekitar 65.000-50.000 tahun yang lalu.

Author provided Peta wilayah yang menunjukkan lokasi Pulau Obi dan situs-situs yang digali tim dan peta geografi daerah tersebut ketika muka air laut lebih rendah.

Migrasi melewati wilayah ini - yang dinamai Wallacea diambil dari nama penjelajah penyelidik alam asal Inggris Alfred Russel Wallace - membutuhkan beberapa kali penyeberangan pada zaman dulu.

Dengan demikian, kepulauan yang sangat besar ini memiliki signifikansi unik dalam sejarah ini, karena wilayah ini menjadi tempat orang-orang berangkat melakukan perjalanan laut yang lama.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X