Kompas.com - 27/08/2020, 20:02 WIB
Penampakan hiu tanpa kulit dan tanpa gigi (ompong) yang ditemukan di perairan Sardinia, Italia. Antonello Mulas/University of Cagliari ItalyPenampakan hiu tanpa kulit dan tanpa gigi (ompong) yang ditemukan di perairan Sardinia, Italia.


KOMPAS.com- Saat sedang berada di perairan Sardinia, peneliti dari Universitas Cagliari, Italia tak sengaja menemukan spesies aneh hiu yang memiliki bentuk fisik tak biasa.

Peneliti menemukan hiu aneh tanpa kulit yang sedang berenang bebas di lautan. Tak hanya itu saja, setelah diperhatikan lebih lanjut spesies hiu kucing mulut hitam (Galeus melastomus) tersebut juga ompong.

Meski memiliki sejumlah kelainan yang dapat berakibat fatal, tampaknya hiu betina tersebut dalam kondisi sehat dan tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi, seperti misalnya menangkap mangsa.

Baca juga: Survei Ini Ungkap Hiu Karang Punah Secara Fungsional di Lautan Bumi, Kok Bisa?

 

Seperti dikutip dari IFL Science, Kamis (27/8/2020) peneliti menyebut jika kelainan pada hiu tersebut akibat kontaminasi bahan kimia yang terjadi terus menerus serta pengasaman akibat perubahan iklim.

Walaupun ada kemungkinan pula terjadi kesalahan secara alami selama perkembangan embrio hewan.

"Sejauh ini, temuan hiu tanpa kulit merupakan kasus pertama," tulis peneliti dalam makalah yang telah dipublikasikan di Fish Biology.

 

Penampakan hiu tanpa kulit dan gigi (ompong) yang ditemukan di perairan Sardinia, Italia.Antonello Mulas/University of Cagliari Italy Penampakan hiu tanpa kulit dan gigi (ompong) yang ditemukan di perairan Sardinia, Italia.

Kulit merupakan alat vital bagi hiu karena melindungi mereka dari lingkungan yang keras. Kulit juga melindungi hiu dari perebutan makanan atau wilayah.

Lapisan luar tubuhnya ini terbukti membantu hiu-hiu bermanuver di dalam air serta mengurangi gesekan di sekitar tubuh.

Tapi keajaiban memang terjadi pada hiu aneh tanpa kulit tersebut. Hiu ini terbukti dapat bertahan tanpa keberadaan kulit yang menempel pada tubuhnya.

Hilangnya kulit pada hiu membuat tubuhnya berwarna kekuningan pucat.

Baca juga: Sedang Jalan-jalan, Wanita Ini Temukan Gigi Hiu Purba Megalodon

 

"Tidak jelas bagaimana kelainan itu akan berdampak pada perilaku, fisiologi, atau ekologi dari hiu," papar peneliti lagi.

Tetapi kekurangan gigi yang juga dialami oleh hiu ternyata memengaruhi kemampuannya dalam mengkonsumsi makanan.

Tim peneliti menemukan 14 mahluk di dalam perut hiu tersebut yang mengindikasikan mereka telah ditelan utuh-utuh.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X