Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/08/2020, 11:00 WIB

KOMPAS.com - Fosil daun berusia 23 juta tahun mengungkap bagaimana spesies tumbuhan di Bumi bertahan dengan kadar karbon dioksida (CO2) yang tinggi dan mungkin akan kita alami beberapa tahun lagi.

Dalam laporan yang terbit di jurnal Climate of the Past, peneliti mengamati fosil daun yang hidup di periode Miosen awal.

Periode Miosen adalah suatu kala pada skala waktu geologi yang berlangsung antara 23,03 hingga 5,332 juta tahun yang lalu. Ini saat kadar CO2 diyakini sangat tinggi tapi beberapa spesies tumbuhan tetap bertahan hidup bahkan berkembang pesat.

Studi ini adalah yang pertama mengaitkan karbon atmosfer tingkat tinggi dengan perkembangbiakan tanaman.

Menurut para ahli, tanaman yang hidup di lingkungan dengan kadar karbondioksida mengembangkan cara beradaptasi agar dapat membantunya tetap berkembang biak.

Baca juga: Berusia 429 Juta Tahun, Mata Fosil Trilobata Ini Mirip Lebah Modern

Para peneliti mengambil sampel fosil daun itu pada 2009 saat inti bor yang menembus dasar danau sedalam 100 meter - yang sekarang sudah kering - di Dunedin, Selandia Baru.

Wilayah yang dijuluki Foulden Maar oleh para arkeolog menyimpan banyak fosil, termasuk vosil daun.

Tempat yang berada di dalam kawah vulkanik kecil yang telah lama punah itu juga disebut sebagai "tambang emas ilmiah". Pasalnya, kekayaan yang ada di dalamnya seperti lorong waktu untuk membantu memahami bumi di masa lalu.

Lapisan sedimennya terdiri dari ganggang yang kaya silika dan lapisan kehitaman berselang-seling dari bahan organik.

Lapisan-lapsisan ini memiliki fosil daun yang tak terhitung jumlahnya dari hutan hijau subtropis.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis: Pengertian dan Contoh

Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis: Pengertian dan Contoh

Oh Begitu
Apa Itu Gangguan Tidur Sexsomnia yang Disebut Juga Seks Tidur?

Apa Itu Gangguan Tidur Sexsomnia yang Disebut Juga Seks Tidur?

Kita
Apakah Peran Gajah untuk Menyelamatkan Bumi?

Apakah Peran Gajah untuk Menyelamatkan Bumi?

Oh Begitu
Sejarah Gempa Turkiye, Tercatat Pernah Tewaskan 30.000 Orang

Sejarah Gempa Turkiye, Tercatat Pernah Tewaskan 30.000 Orang

Fenomena
Minum Cuka Apel untuk Penderita Asam Lambung, Amankah?

Minum Cuka Apel untuk Penderita Asam Lambung, Amankah?

Halo Prof!
Apakah Ikan Bisa Tenggelam?

Apakah Ikan Bisa Tenggelam?

Oh Begitu
Benarkah Kucing Bisa Memprediksi Cuaca?

Benarkah Kucing Bisa Memprediksi Cuaca?

Fenomena
Apakah Paus Pembunuh Memiliki Gigi?

Apakah Paus Pembunuh Memiliki Gigi?

Oh Begitu
5 Ikan Paling Mematikan di Dunia

5 Ikan Paling Mematikan di Dunia

Oh Begitu
4 Jenis Teh Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan

4 Jenis Teh Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan

Kita
Kenapa Manusia Bisa Merasa Bosan?

Kenapa Manusia Bisa Merasa Bosan?

Kita
Kenapa Gempa Turkiye Begitu Kuat dan Tergolong Langka?

Kenapa Gempa Turkiye Begitu Kuat dan Tergolong Langka?

Fenomena
Bagaimana Taring Ular Berevolusi?

Bagaimana Taring Ular Berevolusi?

Oh Begitu
Apakah Pergi Keluar dengan Rambut Basah Bisa Bikin Flu?

Apakah Pergi Keluar dengan Rambut Basah Bisa Bikin Flu?

Kita
Kenapa Gempa Turkiye Begitu Merusak dan Mematikan?

Kenapa Gempa Turkiye Begitu Merusak dan Mematikan?

Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+