Masa Inkubasi Virus Corona Bisa Lebih Lama, Studi Jelaskan

Kompas.com - 10/08/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi 3D virus corona yang menyebabkan Covid-19 SHUTTERSTOCK/CORONA BOREALIS STUDIOIlustrasi 3D virus corona yang menyebabkan Covid-19


KOMPAS.com - Sejak pandemi virus corona merebak kali pertama, para ahli mengungkap masa inkubasi virus ini rata-rata berlangsung selama lima hari.

Baru-baru sebuah studi mengungkapkan masa inkubasi virus corona ini mungkin bisa lebih lama dari yang diperkirakan selama ini.

Penelitian ini melibatkan orang-orang dari Wuhan, China, kota di mana tempat virus ini pertama kali terdeteksi, seperti dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Senin (10/8/2020).

Sementara itu, secara umum kebijakan otoritas kesehatan menyatakan masa inkubasi dari lima hari kemudian meningkat menjadi maksimum sekitar 14 hari atau dua minggu.

Baca juga: Mungkinkah Beberapa Orang Punya Perlindungan terhadap Virus Corona?

Hal itu diungkapkan para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, US National Institute of Allergy dan Infectious Diseases and Peking University.

"Katakanlah nilai rata-rata (inkubasi) bisa lebih tinggi," kata peneliti.

Dalam studi yang dilakukan, para peneliti menggunakan pemodelan probabilitas dan data klinis lebih dari 1.000 pasien Covid-19 yang meninggalkan Wuhan sebelum kota ini di lockdown pada 23 Januari 2020.

Ilustrasi infeksi virus corona. Gunakan masker saat muncul gejala Covid-19.Shutterstock Ilustrasi infeksi virus corona. Gunakan masker saat muncul gejala Covid-19.

Baca juga: Studi Ungkap Risiko Tertular Virus Corona Covid-19 di Kereta

Para peneliti menemukan waktu inkubasi rata-rata adalah 8,29 hari, sedangkan nilai mediannya adalah 7,76 hari.

"Pengetahuan yang tepat tentang masa inkubasi akan membantu memberikan masa karantina yang optimal untuk tujuan pengendalian penyakit," kata peneliti.

Selain itu, studi ini sangat penting dalam penyelidikan mekanisme penularan dan pengembangan pengobatan dari penyakit Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 19 juta orang di seluruh dunia.

Penelitian yang diterbitkan pada pekan lalu di jurnal American Science Advances ini mendukung pemikiran bahwa masa inkubasi dari kebanyakan pasien tidak lebih dari 14 hari.

Diperkirakan 10 persen orang mungkin mengembangkan gejala sakit lebih dari dua minggu setelah terinfeksi virus corona.

Halaman:

Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NASA akan Kirim Astronot Perempuan Pertama ke Bulan pada 2024

NASA akan Kirim Astronot Perempuan Pertama ke Bulan pada 2024

Oh Begitu
Ahli Ciptakan Peti Mati Ramah Lingkungan, Seperti Apa?

Ahli Ciptakan Peti Mati Ramah Lingkungan, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ahli Sarankan Deteksi Pembawa 2 Mutasi Genetik Virus Corona, Kenapa?

Ahli Sarankan Deteksi Pembawa 2 Mutasi Genetik Virus Corona, Kenapa?

Oh Begitu
BMKG: Warga Harus Akhiri Kepanikan Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust

BMKG: Warga Harus Akhiri Kepanikan Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust

Fenomena
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan, Ini Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Zona Sepi Gempa dan Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Begini Kata Ahli

Zona Sepi Gempa dan Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Begini Kata Ahli

Oh Begitu
BMKG: Skema Mitigasi 20-20-20 Masih Relevan untuk Mitigasi Tsunami Selatan Jawa

BMKG: Skema Mitigasi 20-20-20 Masih Relevan untuk Mitigasi Tsunami Selatan Jawa

Fenomena
Makan Terlalu Banyak, Ini Penjelasan dari Alasan Makan Berlebihan hingga Akibatnya

Makan Terlalu Banyak, Ini Penjelasan dari Alasan Makan Berlebihan hingga Akibatnya

Kita
3 Faktor Pemicu Meningkatnya Kasus Covid-19 di Klaster Perkantoran

3 Faktor Pemicu Meningkatnya Kasus Covid-19 di Klaster Perkantoran

Kita
Mirip Paus Pembunuh, Dinosaurus Ini Ternyata Predator Laut Zaman Jurassic

Mirip Paus Pembunuh, Dinosaurus Ini Ternyata Predator Laut Zaman Jurassic

Fenomena
IOWave20 Latihan Mitigasi Tsunami, BMKG Target Sesuaikan SOP dan Kondisi Pandemi

IOWave20 Latihan Mitigasi Tsunami, BMKG Target Sesuaikan SOP dan Kondisi Pandemi

Oh Begitu
Hackathon Diluncurkan di Indonesia, Kesempatan Berinovasi Energi Terbarukan

Hackathon Diluncurkan di Indonesia, Kesempatan Berinovasi Energi Terbarukan

Kita
10 Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi Tanpa Obat

10 Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi Tanpa Obat

Kita
Termasuk Mamalia, Paus Berparuh Bisa Tahan Napas Lebih dari 3 Jam

Termasuk Mamalia, Paus Berparuh Bisa Tahan Napas Lebih dari 3 Jam

Oh Begitu
Logam Berusia 1.000 Tahun untuk Baja Tahan Karat Ditemukan di Iran

Logam Berusia 1.000 Tahun untuk Baja Tahan Karat Ditemukan di Iran

Oh Begitu
komentar
Close Ads X