Polusi Cahaya Satelit SpaceX "Merusak" Gambar Komet Neowise

Kompas.com - 26/07/2020, 13:03 WIB
Komet Neowise melintasi Ottawa, Kanada pada 14 Juli 2020 SHUTTERSTOCK/JIM CUMMINGKomet Neowise melintasi Ottawa, Kanada pada 14 Juli 2020

KOMPAS.com - Satelit SpaceX "merusak" pandangan pengamat langit saat ingin menyaksikan komet Neowise, komet paling terang di Belahan Bumi Utara setelah komet Hale-Bopp yang muncul di tahun 1995-1996.

Saat komet Neowise berada di atas cakrawala pada 19-25 Juli 2020 kemarin, komet itu tampak samar dan kecil jika dilihat dengan mata telanjang. Namun dapat dilihat jelas dnegan kamera atau lensa telefoto yang panjang.

Biasanya, ketika fotografer menangkap objek seperti ini di langit malam, mereka akan menggunakan waktu pencahayaan yang lama, membiarkan aperture kamera terbuka untuk mengumpulkan cahaya selama beberapa detik.

Baca juga: Komet Neowise Bisa Ditangkap dengan Kamera Biasa, Begini Caranya

Berkaitan dengan momen berburu komet Neowise, banyak fotografer melaporkan pemandangan mereka terganggu dengan adanya noda cerah dekat komet Neowise.

Setelah diselidiki, noda cerah pada gambar itu adalah satelit Starlink SpaceX yang masuk ke frame kamera selama eksposur yang lama.

Ini bukan pertama kalinya SpaceX mendapat kecaman atas sumber baru polusi cahaya overhead.

Saat satelit Starlink SpaceX mengorbit pada 2019, para astronom mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait sifat reflektif satelit.

Teleskop, seperti kamera, biasanya menggunakan eksposur panjang. Namun, Satelit Starlink tampaknya sangat reflektif dan mengorbit pada ketinggian yang dapat meninggalkan noda terang pada sensor teleskop dan mencemari data ilmiah yang ingin didapat.

"Ketika kami mengembangkan fasilitas baru, observatorium besar, survei besar untuk mengamati misalnya asteroid berbahaya, kami merancang agar bisa mengamati sedetail mungkin. Kami melakukannya untuk memastikan dan memperhitungkan setiap risiko," kata Alex Parker, seorang astronom yang berbasis di Colorado dilansir Live Science, Sabtu (25/7/2020).

Baca juga: Lintasi Indonesia Usai Matahari Terbenam, Ini 7 Fakta Komet Neowise

Parker mengatakan, armada Starlink, yang akhirnya bisa berjumlah ribuan, tampaknya cenderung bersinar sangat cerah di malam hari.

Penampakan komet Neowise di langit fajar memikat orang-orang yang punya minat dalam astrofotografi.

Namun karena cahaya satelit Starlink, sekelompok pengamat langit kecewa melihat fenomena alam yang dikaburkan satelit Starlink di orbit rendah Bumi.

SpaceX sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan untuk mengurangi polusi cahaya Starlink. Namun, garis-garis cerah akibat Starlink tetap menjadi masalah.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar
Close Ads X