Agustus, Indonesia Mulai Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac pada 1.620 Orang

Kompas.com - 21/07/2020, 12:10 WIB
Satu paket vaksin eksperimental untuk Covid-19 di Quality Control Laboratory di the Sinovac Biotech, Beijing, China. Gambar diambil pada 29 April 2020. AFP/NICOLAS ASFOURISatu paket vaksin eksperimental untuk Covid-19 di Quality Control Laboratory di the Sinovac Biotech, Beijing, China. Gambar diambil pada 29 April 2020.


KOMPAS.com - Vaksin corona asal China, Sinovac, telah sampai di Indonesia dan siap diuji klinis pada sejumlah orang.

Hingga saat ini, angka kasus infeksi virus corona baru, SARS-CoV-2, terus meningkat di sejumlah daerah.

Diharapkan vaksin tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat untuk menekan penyebaran virus corona tersebut.

Pada pekan lalu, Bio Farma menerima vaksin Sinovac dari China sebanyak 2.400 vaksin.

"Vaksin ini akan dites dulu di internal lab Bio Farma. Namun, clinical trial akan dilakukan oleh Unpad (Universitas Padjadjaran)," ujar Neni Nurainy, Research and Development Bio Farma, kepada Kompas.com, Senin (20/7/2020).

Baca juga: Kabar Baik, Kandidat Vaksin Corona Moderna Aman Diujikan pada Manusia

Uji klinis fase 3 ini merupakan uji khasiat vaksin corona untuk mengetahui efektivitas dari vaksin Sinovac dalam melawan infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

"Uji klinis ini sebenarnya membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, kita telah mempunyai cukup data bahwa vaksin ini aman dan berkhasiat, sehingga nanti akan keluar yang namanya emergency use authority," ungkap Neni.

Emergency use authority ini merupakan regulasi untuk mempercepat produksi vaksin dengan landasan data yang cukup terkait khasiat dan keamanan vaksin yang diberikan selama uji klinis fase 3 dilakukan.

Ilustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19Shutterstock Ilustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19

Baca juga: Kandidat Vaksin Corona Buatan Ilmuwan Queensland Diuji Coba ke Manusia

Neni mengatakan, uji klinis fase 3 rencananya mulai dilakukan pada awal Agustus mendatang, dan ditargetkan berjalan selama 6 bulan sebelum diproduksi massal pada kuartal I tahun 2021.

"Jadi selama produksi, uji klinis vaksin Sinovac ini tetap diteruskan," kata Neni.

Direktur Utara Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, apabila uji klinis tahap 3 ini lancar, maka produksi vaksin ini di Indonesia akan dimulai pada kuartal I-2021.

"Kami sudah mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma, dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis," kata Honesti dalam rilisnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadal Raksasa Belajar Terbang Selama 150 Juta Tahun, Kok Bisa?

Kadal Raksasa Belajar Terbang Selama 150 Juta Tahun, Kok Bisa?

Fenomena
Fosil Rahang di Antartika Ungkap Burung Terbesar Pernah Hidup di Bumi

Fosil Rahang di Antartika Ungkap Burung Terbesar Pernah Hidup di Bumi

Fenomena
BPOM Belum Keluarkan Izin Edar Vaksin Covid-19 di Indonesia, Apa Alasannya?

BPOM Belum Keluarkan Izin Edar Vaksin Covid-19 di Indonesia, Apa Alasannya?

Oh Begitu
Uji Kesuburan Tanah di Mars, Ahli Lakukan Simulasi Bercocok Tanam

Uji Kesuburan Tanah di Mars, Ahli Lakukan Simulasi Bercocok Tanam

Oh Begitu
BPOM Tak Akan Keluarkan Izin Edar Vaksin Corona Sebelum Terbukti Aman

BPOM Tak Akan Keluarkan Izin Edar Vaksin Corona Sebelum Terbukti Aman

Oh Begitu
Libur Panjang, Selat Malaka hingga Flores Waspada Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Libur Panjang, Selat Malaka hingga Flores Waspada Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Penemuan yang Mengubah Dunia: Sejarah Termometer Hingga Manfaatnya di Masa Pandemi Covid-19

Penemuan yang Mengubah Dunia: Sejarah Termometer Hingga Manfaatnya di Masa Pandemi Covid-19

Oh Begitu
BPOM: Belum Ada Kandidat Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Edar di Indonesia

BPOM: Belum Ada Kandidat Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Edar di Indonesia

Fenomena
Saat Sakit, Kelelawar Cenderung Melakukan Social Distancing

Saat Sakit, Kelelawar Cenderung Melakukan Social Distancing

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Kenapa Undur-undur Jalan Mundur dan Bikin Lubang?

Serba-serbi Hewan: Kenapa Undur-undur Jalan Mundur dan Bikin Lubang?

Oh Begitu
Virus Corona Si Penipu Ulung, Studi Jelaskan Cara Mimikri SARS-CoV-2

Virus Corona Si Penipu Ulung, Studi Jelaskan Cara Mimikri SARS-CoV-2

Fenomena
Jarang Disorot, Ini 3 Peran Penting Etnis Tionghoa dalam Sumpah Pemuda

Jarang Disorot, Ini 3 Peran Penting Etnis Tionghoa dalam Sumpah Pemuda

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Kita
Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Oh Begitu
Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Oh Begitu
komentar
Close Ads X