BMKG Jelaskan, Banjir Bandang Luwu Utara Tidak Berkaitan dengan Gempa

Kompas.com - 21/07/2020, 08:09 WIB
Warga mengangkat barang miliknya melewati material lumpur di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/7/2020). Pascabanjir bandang sejumlah warga yang terdampak mulai mengambil barangnya yang masih bisa digunakan. ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHEWarga mengangkat barang miliknya melewati material lumpur di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/7/2020). Pascabanjir bandang sejumlah warga yang terdampak mulai mengambil barangnya yang masih bisa digunakan.

KOMPAS.com - Banjir bandang sempat melanda Masamba, Kabupaten Luwu Utara pada Senin malam (13/7/2020).

Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar Rizal mengatakan, data korban yang meninggal akibat banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, hingga Senin (20/7/2020) pagi sudah ditemukan 38 orang dan 11 orang masih dalam pencarian.

Hampir 15.000 penduduk setempat mengungsi karena rumah mereka rusak diterjang banjir bandang.

Banjir bandang yang terjadi karena curah hujan sedang hingga lebat terjadi dengan intens, dan membuat tiga sungai di Luwu Utara meluap.

Ketiga sungai tersebut yaitu Sungai Rongkong di Kecamatan Sabbang, Sungai Meli di Kecamatan Baebunta dan Sungai Masamba di Masamba.

Berkaitan dengan banjir bandang Luwu ini, ada isu yang menyebutkan bahwa banjir bandang dipicu oleh longsoran akibat gempa tektonik.

Menanggapi persoalan isu tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) memberikan analisisnya terkait getaran gempa bumi yang dirasakan masyarakat sekitar dan juga kejadian banjir bandang tersebut.

Baca juga: 2 Faktor Meteorologis Penyebab Banjir Bandang Masamba Luwu Utara

Memang ada getaran gempa

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono ST Dipl Seis MSc membenarkan bahwa beberapa kali wilayah Kabupaten Luwu Utara merasakah getaran gempa. Namun, hal ini tidak berkaitan dengan banjir bandang yang terjadi.

Getaran gempa di Luwu Utara terjadi pada waktu berikut:

  1. Gempa Luwu Utara pada 25 Agustus 2017 (Magnitudo M 4,3) dirasakan dengan skala intensitas III MMI
  2. Gempa Luwu Utara pada 8 April 2020 (M 5,0) dirasakan dengan skala intensitas II MMI
  3. Gempa Luwu Utara pada 11 April 2020 (M 4,2) dirasakan dengan skala intensitas II MMI
  4. Gempa Luwu Utara pada 13 Juni 2020 (M 4,2) dirasakan dengan skala intensitas II MMI

Untuk diketahui, skala intensitas II-III MMI masih dalam kategori getaran ringan yang dirasakan oleh beberapa orang hingga dirasakan seperti truk berlalu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X