Virus Corona Menyebar di Udara, Kenali Rute Lain Penularan Covid-19

Kompas.com - 11/07/2020, 13:02 WIB
Warga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan Virus Corona di kawasan Bantul, Yogyakarta, Selasa (23/6/2020). Mural yang dibuat oleh warga itu mengingatkan warga agar waspada terhadap Covid-19 sekaligus mendukung perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOWarga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan Virus Corona di kawasan Bantul, Yogyakarta, Selasa (23/6/2020). Mural yang dibuat oleh warga itu mengingatkan warga agar waspada terhadap Covid-19 sekaligus mendukung perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan COVID-19.

Namun dalam pernyataan terbaru WHO, penularan di udara juga dapat terjadi di dalam ruangan tertutup yang dipadati banyak orang dan memiliki ventilasi buruk.

Perhitungan fisika dari udara yang dihembuskan dan aliran udara di dalam ruangan menghasilkan hipotesis tentang kemungkinan mekanisme transmisi SARS-CoV-2 melalui aerosol.

Dengan demikian, saat seseorang menghirup aerosol yang mengandung virus SARS-CoV-2, dia akan terinfeksi Covid-19.

Namun, berapa banyak proporsi droplet yang dapat menghasilkan aerosol tidak diketahui. Begitu pun dengan dosis SARS-CoV-2 di dalam aerosol yang dapat menyebabkan infeksi. Ini masih perlu studi lebih lanjut.

Baca juga: Pernyataan Resmi WHO, Virus Corona Menyebar di Udara dan Menular

3. Penularan melalui benda atau permukaan

Cara lain terinfeksi virus corona SARS-CoV-2 adalah saat Anda menyentuh permukaan atau benda-benda yang terkontaminasi virus.

Benda-benda dapat terkontaminasi bila seseorang yang terinfeksi Covid-19 batuk atau bersin dan ditutup dengan tangan, kemudian tangan itu menyentuh benda-benda.

Nah, saat benda yang terkontaminasi disentuh orang lain dan kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata, virus ini akan menginfeksi orang lain.

Virus dapat bertahan di permukaan seperti plastik dan stainless steel selama dua sampai tiga hari.

Untuk mencegah penularan dengan rute ini, bersihkan dan seringlah menyemprot cairan disinfeksi ke semua permukaan beberapa kali sehari.

4. Fecal-oral

Studi juga menunjukkan bahwa partikel virus dapat ditemukan di kotoran orang yang terinfeksi.

Tetapi para ahli tidak yakin apakah infeksi dapat menyebar melalui kontak dengan tinja orang yang terinfeksi.

Jika seseorang menggunakan kamar mandi dan tidak mencuci tangan, mereka dapat menginfeksi benda dan orang yang mereka sentuh.

Halaman:
Baca tentang

Sumber WebMD
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X