3 Fase Psikologis Manusia Hadapi New Normal

Kompas.com - 09/06/2020, 07:03 WIB
Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan DKI Jakarta menyemprotkan disinfektan di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (3/6/2020). Penyemprotan tersebut sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di rumah ibadah jika nantinya kembali dibuka untuk umum saat pemberlakuan tatanan hidup normal baru (new normal). ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIPetugas pemadam kebakaran dan penyelamatan DKI Jakarta menyemprotkan disinfektan di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (3/6/2020). Penyemprotan tersebut sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di rumah ibadah jika nantinya kembali dibuka untuk umum saat pemberlakuan tatanan hidup normal baru (new normal).

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 yang belum usai membuat kita harus beradaptasi dengan kehidupan normal yang baru, atau kerap disebut new normal.

New normal dilakukan berdasarkan protokol kesehatan yang diaplikasikan di berbagai tempat. Antara lain dengan cara menjaga jarak (physical distancing), mengenakan masker kain yang terdiri dari tiga lapis, juga dengan tidak bersalaman atau kontak fisik dengan orang lain.

Dari segi psikologi, new normal bukanlah suatu hal yang mudah diterima begitu saja oleh seseorang. Hal itu diungkapkan oleh psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi.

Baca juga: Wacana New Normal, Ketahui Tempat Paling Berisiko Tertular Corona

“Efek dari new normal ini bisa kita lihat, dulu waktu awal masuk Covid-19 ada panic buying. Ada perubahan-perubahan yang kita perlu biasakan diri,” tuturnya dalam webinar “Adaptasi Normal Baru dari Perspektif Sains, Kesehatan dan Psikologi” yang diadakan The Melting Pot, Senin (8/6/2020).

Vera mengatakan ada tiga fase psikologis manusia dalam menghadapi new normal. Pertama adalah acceptance atau tahap penerimaan.

“Ini adalah tahap di mana kita menerima kondisi yang baru. Oh seperti ini kondisinya, oke kita terima,” tuturnya.

Baca juga: Jelang New Normal PSBB Dilonggarkan, Apa Saja Indikator Penerapannya?

Fase kedua adalah adaptation atau adaptasi. Vera mengatakan, inilah fase di mana kita belajar untuk mengatasi kondisi yang baru.

Fase ketiga adalah implementation, di mana kita menerapkan apa yang telah kita pelajari dari kondisi tersebut.

Vera menekankan bahwa new normal akan selalu ada dan selalu berganti, begitu pun fase manusia untuk melewatinya dengan acceptance sampai implementation.

“Ini tidak mudah dan prosesnya bisa jadi cepat atau lambat. Kemudian di tengah-tengah implementation, kembali lagi fasenya ke new normal. Ada lagi normal yang baru, begitu seterusnya,” papar ia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X