Bumi Terima Sinyal Misterius dari Luar Angkasa, Terjadi Setiap 157 Hari

Kompas.com - 08/06/2020, 20:30 WIB
ilustrasi sinyal radio dari antariksa ilustrasi sinyal radio dari antariksa

KOMPAS.com - Sebuah sinyal radio misterius berdetak berulang-ulang dikirim dari galaksi kerdil berjarak sekitar tiga miliar tahun cahaya dari Bumi. Sinyal radio itu memiliki pola berulang, dengan jarak setiap 157 hari.

Melansir Forbes, Senin (8/6/2020), sinyal misterius itu disebut juga ledakan radio cepat atau Fast Radio Burst (FRB), salah satu fenomena paling misterius dalam astronomi.

FRB pertama kali terdeteksi pada tahun 2007 oleh teleskop radio Parkes di Australia. Detakan atau pancaran gelombang radio terjadi dalam hitungan milidetik yang bisa terjadi lebih dari satu, meski sebagian besar terjadi satu kali.

Baca juga: Bumi Terima Sinyal Aneh dari Luar Angkasa, Berulang Tiap 16 Hari

Ada ribuan FRB yang diperkirakan datang dari luar angkasa setiap harinya. Tetapi, ada dua FRB yang saat ini sangat menarik perhatian yakni FRB 180916.J10158 + 56 dan FRB 121102. Keduanya terus berulang dan memiliki pola.

FRB 121102 pertama kali diketahui pada tahun 2014 oleh teleskop radio Arecibo di Puerto Rico. Kemudian kembali terdeteksi pada tahun 2016, yang saat itu menjadikan FRB 121102 satu-satunya sinyal yang telah terjadi lebih dari satu kali.

Kini tim internasional yang dipimpin oleh para astronom Jodrell Bank di Inggris dengan menggunakan teleskop radio Lovell berdiameter 76 meter berhasil mengungkapkan pola yang tepat pada FRB 121102. Ini dilakukan dengan mendeteksi 32 semburan gelombang radio yang berlangsung selama lima tahun.

Baca juga: Inilah 5 Peristiwa Penting Astronomi yang akan Terjadi Pada 2020

Tim menemukan bahwa pola detak ledakan dari FRB 121102 terjadi setiap 157 hari. Selama 90 hari sinyal akan terus melepaskan ledakan, kemudian akan kembali hening selama 67 hari.

Pola ini tidak sama seperti yang terjadi pada FRB 180916.J10158 + 56 yang berulang setiap 16 hari. Di mana selama 4 hari semburan gelombang radio dikirim dan kemudian akan diam dalam jangka waktu 12 hari.

Pengamatan itu memaksa para astronom untuk mempertimbangkan kembali teori bahwa FRB adalah peristiwa yang terjadi hanya satu kali. Penemuan ini juga menjadi petunjuk menarik tentang asal-usul FRB.

Sebab selama ini para astronom berpikir bahwa pola ledakan tersebut terkait dengan tiga kemungkinan yakni gerakan orbital yang masif dari bintang, bintang neutron, atau lubang hitam.

Halaman:


Sumber Forbes
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X