Kompas.com - 26/05/2020, 12:04 WIB
pil Hydroxychloroquine diletakkan di atas meja di Rock Canyon Pharmacy di Provo, Utah, pada 20 Mei 2020. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 18 Mei 2020, ia telah menggunakan hydroxychloroquine selama hampir dua minggu sebagai tindakan pencegahan terhadap Covid-19. Menurut kajian terbaru yang terbit di jurnal Lancet, obat ini justru meningkatkan risiko kematian pada pasien Covid-19. (Foto oleh GEORGE FREY / AFP) GEORGE FREYpil Hydroxychloroquine diletakkan di atas meja di Rock Canyon Pharmacy di Provo, Utah, pada 20 Mei 2020. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 18 Mei 2020, ia telah menggunakan hydroxychloroquine selama hampir dua minggu sebagai tindakan pencegahan terhadap Covid-19. Menurut kajian terbaru yang terbit di jurnal Lancet, obat ini justru meningkatkan risiko kematian pada pasien Covid-19. (Foto oleh GEORGE FREY / AFP)

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk sementara waktu menangguhkan uji coba hidroksiklorokuin sebagai kandidat obat Covid-19. Hal ini disampaikan WHO dalam konferensi pers pada Senin (25/5/2020).

Uji obat hidroksiklorokuin adalah bagian dari uji klinis Internasional yang disponsori oleh WHO di 17 negara.

Kepala ilmuwan Dr. Soumya Swaminathan menjelaskan bahwa uji coba diawasi oleh dewan ahli dan monitor keamanan data independen.

Pada akhir pekan lalu, panitia merapatkan obat hidroksiklorokuin yang juga dikonsumsi oleh Presiden AS, Donald Trump.

Dalam rapat itu, mereka akhirnya menangguhkan uji coba hidroksiklorokuin sehubungan dengan ketidakpastian tentang obat tersebut.

Baca juga: Riset: Obat yang Dikonsumsi Trump Picu Risiko Kematian Pasien Covid-19

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita harus sangat berhati-hati dan akhirnya menangguhkan pendaftaran uji coba hidroksiklorokuin," kata Dr. Swaminathan dilansir Business Insider, Selasa (26/5/2020).

Sebagai gantinya, WHO akan melihat data dari uji coba sebelumnya dan terus mengumpulkan bukti terkait kemanjuran dan keamanan obat hidroksiklorokuin.

Swaminathan menekankan pentingnya melanjutkan penelitian yang dilakukan dengan baik dalam jumlah yang cukup besar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan andal.

Dia menyampaikan, tindakan penangguhan ini hanya sementara dan sekitar dua minggu lagi dewan akan bertemu lagi untuk meninjau data.

"Prosesnya adalah praktik standar, dan jika tidak ada bahaya yang ditemukan, penggunaan secara acak akan terus berlanjut," kata Direktur Eksekutif Dr. Michael Ryan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat tiba di Gedung Putih, dari kunjungannya ke Michigan pada Kamis (21/5/2020).Sipa USA via REUTERS CONNECT Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat tiba di Gedung Putih, dari kunjungannya ke Michigan pada Kamis (21/5/2020).

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Vaksinasi Saja Tak Cukup Hentikan Pandemi | Bahayakah Tidur dengan Kipas Angin Menyala?

[POPULER SAINS] Vaksinasi Saja Tak Cukup Hentikan Pandemi | Bahayakah Tidur dengan Kipas Angin Menyala?

Oh Begitu
4 Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Kembali Naik

4 Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Kembali Naik

Oh Begitu
Dikira Penyendiri, Jerapah Ternyata Punya Kehidupan Sosial yang Kompleks

Dikira Penyendiri, Jerapah Ternyata Punya Kehidupan Sosial yang Kompleks

Oh Begitu
Siap-siap, 4 Planet Paling Terang Ini Terlihat di Bulan Agustus

Siap-siap, 4 Planet Paling Terang Ini Terlihat di Bulan Agustus

Oh Begitu
Gara-gara Perubahan Iklim, Penguin Kaisar Terancam Punah Tahun 2100

Gara-gara Perubahan Iklim, Penguin Kaisar Terancam Punah Tahun 2100

Fenomena
Studi: Risiko Pembekuan Darah akibat Covid-19 Jauh Lebih Tinggi Ketimbang akibat Vaksin AstraZeneca

Studi: Risiko Pembekuan Darah akibat Covid-19 Jauh Lebih Tinggi Ketimbang akibat Vaksin AstraZeneca

Oh Begitu
Efektivitas Masker Tergantung Jumlah Virus Corona, Benarkah? Ini Penjelasan Epidemiolog

Efektivitas Masker Tergantung Jumlah Virus Corona, Benarkah? Ini Penjelasan Epidemiolog

Oh Begitu
5 Vaksin Covid-19 dengan Efikasi Tertinggi di Dunia

5 Vaksin Covid-19 dengan Efikasi Tertinggi di Dunia

Oh Begitu
Sumber Daya Perairan Darat, Dikelola atau Menjadi Sumber Bencana?

Sumber Daya Perairan Darat, Dikelola atau Menjadi Sumber Bencana?

Oh Begitu
Obat Malaria Artemisinin, Berasal dari Ramuan Obat Tradisional Kuno China

Obat Malaria Artemisinin, Berasal dari Ramuan Obat Tradisional Kuno China

Oh Begitu
Pandemi Pengaruhi Kesiapan Nakes Memberikan Pelayanan ASI, Kok Bisa?

Pandemi Pengaruhi Kesiapan Nakes Memberikan Pelayanan ASI, Kok Bisa?

Kita
Perbedaan Paru-paru Pasien Covid-19 yang Sudah Vaksin dan Belum

Perbedaan Paru-paru Pasien Covid-19 yang Sudah Vaksin dan Belum

Oh Begitu
Bahayakah Tidur dengan Kipas Angin Menyala?

Bahayakah Tidur dengan Kipas Angin Menyala?

Oh Begitu
Riset: Gejala Long Covid pada Anak Jarang Terjadi

Riset: Gejala Long Covid pada Anak Jarang Terjadi

Kita
Sudah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19 tapi Masih Bergejala, Kok Bisa?

Sudah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19 tapi Masih Bergejala, Kok Bisa?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X