Obat untuk Corona Tak Semua Sama, Ini 3 Jenis Obat Covid-19

Kompas.com - 20/05/2020, 17:33 WIB
Ilustrasi obat untuk virus corona, obat corona ShutterstockIlustrasi obat untuk virus corona, obat corona

KOMPAS.com - Hingga saat ini, berbagai instansi pemerintah dan industri sedang berusaha membuat obat yang akan digunakan untuk menangani penyakit Covid-19.

Pakar sains dari AIM Biologicals Groups, Dr Fadhil Ahsan mengatakan bahwa pembuatan dan penggunaan obat untuk Covid-19 ini memiliki kategori yang berbeda-beda.

Tidak semua obat yang disebutkan untuk Covid-19 memiliki fungsi atau target sasaran yang sama terkait virus corona SARS-CoV-2, penyebab Covid-19.

Fadhil menyebutkan bahwa setidaknya, ada tiga strategi atau mekanisme kerja obat antivirus untuk Covid-19 ini.

Baca juga: Nekat Berkerumun saat PSBB, Ingat Risiko Penularan Virus Corona Tinggi

1.Menghambat masuknya virus

Pada mekanismenya, obat-obatan yang memang difungsikan dalam kategori menghambat masuknya virus, akan bekerja untuk memblokir masuknya virus ke dalam sel.

"Seperti sistem terapi plasma konvalesen, yang difungsikan untuk memblokir virus-virus SARS-CoV-2 sehingga tidak masuk ke sel-sel paru," kata Fadhil dalam diskusi daring bertajuk Riset dalam Menemukan Vaksin dan Obat Anti Covid-19, Jumat (15/5/2020).

Contoh obat kategori ini adalah cocktail antibodi yang dipilah dari plasma konvalesen dan kemudian diperbanyak. Jadi, target sasaran pengobatannya lebih spesifik lagi, utamanya adalah spike protein dari virus tersebut.

Selain cocktail antibodi, frontiler obat antivirus lainnya yang berfungsi untuk menghambat masuknya virus ke dalam sel adalah APNO1 (rekombinan ACE-2) dan DAS181 (rekombinan sialidase atau nebulized).

Baca juga: Ilmuwan Uji 47 Obat Lama untuk Sembuhkan Covid-19, Ini Hasilnya

2. Menghambat replikasi virus

Obat-obatan pada kategori ini bekerja ketika virus SARS-CoV-2 sudah masuk ke dalam sel paru-paru. Mereka menghambat replikasi atau beberapa langkah dari virus tersebut dengan cara seperti uncounting dan pengeluaran virus dari sel itu.

Sebagian besar obat-obatan antivirus spektrum luas berada dalam kategori menghambat replikasi virus.

Dari 80 obat antivirus spektrum luas, beberapa contoh obat yang masih dikembangkan pada fase 3 untuk penanganan Covid-19 adalah Remdesivir, Arbidol, Tamiflu, Avigan, Kaletra/Aluva, ASC09, Truvada dan BTL-tml.

Baca juga: Update Corona 20 Mei: 4,98 Juta Orang Terinfeksi dan 1,95 Juta Sembuh

3. Meredam peradangan akibat infeksi

Secara farmatologi, obat-obatan pada kategori terakhir ini tidak termasuk antivirus secara langsung karena tidak menyasar pada virusnya, tetapi lebih ke arah meredam peradangan atau mengurangi inflamasi yang diakibatkan oleh infeksi virus.

Fadhil menjelaskan, pada pasien yang memiliki kasus berat dari infeksi Covid-19 di paru, seperti badai sitokin; obat dalam kategori ini mencoba meredamnya agar kerusakan tidak berlanjut.

Beberapa contoh obat kategori meredam peradangan yang disebutkan oleh Fadhil antara lain Anti interleukin 6, Aztemra atau tocilizumab, Sylvant dan Lenzilumab.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X