Tanggapi Spekulasi Bossman Mardigu soal Corona, Pakar: Silakan Buktikan

Kompas.com - 22/05/2020, 09:04 WIB
Mardigu Mowiek. INSTAGRAM/@MARDIGUWPMardigu Mowiek.

KOMPAS.com - Mardigu Wowiek menjadi salah satu kata kunci yang paling banyak dicari orang di mesin pencarian Google, Rabu (20/5/2020) pagi.

Nama pengusaha asal Indonesia itu naik setelah muncul di konten YouTube Deddy Corbuzier pada Selasa (19/5/2020).

Di konten berjudul "Corona Jelas Konspirasi!! Saya Jelaskan - Bossman Mardigu Sontoloyo WP", pria yang akrab disapa Bossman Sontoloyo itu mengemukakan pendapatnya terkait virus corona.

Kepada Deddy Corbuzier, Mardigu percaya bahwa virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 5 juta orang di dunia adalah buatan manusia.

Baca juga: Sekilas tentang Sosok Mardigu Wowiek, dari Pencipta Cyronium hingga Pengamat Terorisme

"Berdasarkan data dari sahabat saya yang ada di Cambridge University, saya confirm bahwa ini (virus corona) adalah dibuat," ungkapnya.

Dalam konten tersebut, Mardigu mengatakan, ada pihak-pihak yang diuntungkan dari pandemi ini.

"Kita percaya bahwa dunia farmasi itu darling-nya adalah Obama, karena Obama memiliki Obama Care selama delapan tahun. Dunia farmasi dulu tajir melintir. Setelah (Donald) Trump menjadi Presiden (AS), dia tebas Obama Care, yang darling-nya Trump adalah industrial militer ya," kata Mardigu.

Menurut dia, industri farmasi AS yang "ditebas" Donald Trump sakit hati dan kemudian merencanakan aksi balas dendam, yakni membuat wabah virus corona.

"Jadi dari tiga virus yang ada ya, A, B, C, (jenis virus) A ini akarnya memang Amerika. Tapi, ini bukan (dari) Trump," ungkap dia.

Berkaitan dengan konten tersebut, Kompas.com menghubungi pakar biologi molekuler Indonesia, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, untuk meminta komentarnya terkait video obrolan Deddy Corbuzier dengan Bossman Sontoloyo yang hingga kini ditonton lebih dari 3,4 juta kali.

Menurut Ahmad, orang-orang yang mengatakan bahwa virus corona merupakan buatan China atau buatan AS seharusnya dapat membuktikan ucapannya.

"Prinsipnya kalau kita sebagai ilmuwan, justru beban pembuktiannya ada pada yang menuduh. kata Ahmad kepada Kompas.com, Rabu (20/5/2020).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan pemilik restoran dan pelaku industri selama rapat penanganan virus corona di Ruang Jamuan Gedung Putih, Washington, pada 18 Mei 2020.REUTERS/LEAH MILLIS Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan pemilik restoran dan pelaku industri selama rapat penanganan virus corona di Ruang Jamuan Gedung Putih, Washington, pada 18 Mei 2020.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
Polusi Udara Tahun 2020 Tewaskan Hampir 100.000 Orang di Dunia

Polusi Udara Tahun 2020 Tewaskan Hampir 100.000 Orang di Dunia

Kita
Terungkap, Asal Muasal Kemunculan Tanaman Berbunga di Bumi

Terungkap, Asal Muasal Kemunculan Tanaman Berbunga di Bumi

Fenomena
Tahun Depan, Manusia Bisa Nikmati Wisata Luar Angkasa Naik Balon Udara

Tahun Depan, Manusia Bisa Nikmati Wisata Luar Angkasa Naik Balon Udara

Fenomena
Hasil Pemindaian Ungkap, 55 Persen Pasien Corona Alami Masalah Jantung

Hasil Pemindaian Ungkap, 55 Persen Pasien Corona Alami Masalah Jantung

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Banyak Bintang, Mengapa Langit Malam Hari itu Gelap?

Rahasia Alam Semesta: Banyak Bintang, Mengapa Langit Malam Hari itu Gelap?

Oh Begitu
Moyang Lumba-lumba Ternyata Predator Masif dan Perenang Gesit

Moyang Lumba-lumba Ternyata Predator Masif dan Perenang Gesit

Oh Begitu
Perigee Titik Terdekat Bulan terhadap Bumi, Samakah dengan Supermoon?

Perigee Titik Terdekat Bulan terhadap Bumi, Samakah dengan Supermoon?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X