Studi Buktikan #DiRumahAja Ampuh Kurangi Penularan Corona

Kompas.com - 21/05/2020, 17:30 WIB
Pejalan kaki melintas di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPejalan kaki melintas di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

KOMPAS.com - Sebuah kajian ilmiah menunjukkan semakin banyak orang berada di rumah, maka semakin kecil jumlah transmisi atau penularan virus corona SARS-CoV-2 di Jakarta.

Kajian ilmiah tersebut dikeluarkan oleh tim ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Berdasarkan kajian ilmiah itu pula, Gubernur Jakarta Anies Baswedan resmi memperpanjang status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama14 hari. Mulai 22 Mei, hingga 4 Juni 2020.

Baca juga: Ahli: Jangan Longgarkan PSBB, Jangan Mimpi Pandemi Berakhir Juni

Dalam kajian ilmiah tersebut, terdapat grafik yang menunjukkan penurunan jumlah penularan Covid-19 akibat semakin banyak proporsi orang yang di rumah saja. Serta, potensi semakin tinggi penularan jika semakin banyak orang di luar rumah.

Lantas apakah penurunan kasus Covid-19 hanya seputar proporsi masyarakat di rumah saja, atau karena banyak warganya yang sudah pulang kampung?

Pakar epidemiologi FKMUI, Pandu Riono menjawab bahwa hasil kajian grafik yang menunjukkan adanya penurunan penularan Covid-19 di DKI Jakarta hanya mengambil proporsi penduduk yang tinggal di rumah saja selama PSBB.

Baca juga: Nekat Berkerumun saat PSBB, Ingat Risiko Penularan Virus Corona Tinggi

Pandu menyebutkan hal ini tidak berkaitan dengan banyaknya orang yang sudah pulang kampung.

"Indikatornya (grafik hasil kajian ilmiah) proporsi. Proporsi penduduk stay at home," kata Pandu kepada Kompas.com, Kamis (21/5/2020).

Kajian yang dilakukan oleh Pandu dan timnya dapat menghasilkan data penurunan akibat indikator proporsi warga di rumah saja, dari pengumpulan data yang dihimpun secara statistik.

Baca juga: 9 Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Masyarakat Terhadap Upaya PSBB

Namun secara sederhana, Pandu menjelaskan bahwa proporsi penduduk yang tinggal di rumah saja selama PSBB berasal dari big data google mobility index yang dikumpulkan dari para pengguna Android.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X