Kompas.com - 18/05/2020, 19:03 WIB
Pusat Penelitian Kimia LIPI mencoba mengembangkan ekstrak daun ketepeng badak (Cassia alata) dan benalu (Dendrophthoe sp.) sebagai obat herbal antivirus Covid-19. Dok. LIPIPusat Penelitian Kimia LIPI mencoba mengembangkan ekstrak daun ketepeng badak (Cassia alata) dan benalu (Dendrophthoe sp.) sebagai obat herbal antivirus Covid-19.


KOMPAS.com - Sistem imun tubuh manusia merupakan hal utama dalam melawan SARS-Cov-2, virus corona penyebab Covid-19.

Hingga saat ini belum ditemukan obat utama untuk menangani penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 17.000 orang di Indonesia.

Para peneliti di seluruh dunia tengah berupaya untuk menemukan obat dan vaksin yang tepat untuk Covid-19, yang diperkirakan baru tersedia pada 2021 mendatang.

Sembari menunggu ditemukannya obat dan vaksin, para peneliti juga berupaya menemukan produk immunomodulator yang bisa mendorong peningkatan imun pada tubuh pasien Covid-19.

Baca juga: Ramuan Herbal untuk Corona, Benarkah Hebat?

Hal ini dilakukan agar sistem imun tubuh dapat berkembang dengan sendirinya dan melawan virus di dalam tubuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan dua obat herbal untuk meningkatkan imun para pasien corona. LIPI bahkan sudah bersiap untuk masuk dalam tahap uji coba klinis pada pasien.

"Ketika virus corona menyerang tubuh manusia, cara mengalahkannya dengan berikan bala bantuan kepada sistem imun kita untuk bisa lawan virus. Salah satunya bisa menggunakan multivitamin, suplemen, dan juga obat herbal," ujar Koordinator Kelompok Penelitian di Drug Discovery and Development, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Masteria Yunovilsa Putra dalam webinar Covid-19, Peneliti, dan Dokter, Senin (18/5/2020).

Baca juga: Studi Terbaru: Kucing Bisa Terinfeksi Covid-19, dan Tularkan ke Kucing Lainnya

Dia menjelaskan, obat herbal yang dikembangkan LIPI ditujukan untuk pasien Covid-19 dengan pneumonia ringan, bukan pada pasien yang sudah krisis atau mengalami pneumonia berat.

"Karena mereka (pasien pneumonia ringan) sistem imunnya masih ada, bisa sedikit melawan virus corona, dan dengan bantuan obat herbal yang ada, kita bisa tingkatkan sistem imun mereka," ujar dia.

Tumbuhan herbal dari Himalaya dan Indonesia

Adapun obat herbal pertama yang dikembangkan LIPI adalah Cordyceps militasris bernama H2 Health & Happiness Cordyceps Militaris. Obat ini berasal dari jamur Cordyceps, tanaman herbal yang tumbuh di pegunungan Himalaya dan dataran tinggi Tibet.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.