Studi Terbaru: Kucing Bisa Terinfeksi Covid-19, dan Tularkan ke Kucing Lainnya

Kompas.com - 18/05/2020, 10:02 WIB
Ilustrasi. AlbinaTiplyashina/iStock/GettyImagesIlustrasi.

KOMPAS.com - Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2 tak hanya menginfeksi manusia, tetapi juga hewan termasuk kucing.

Penelitian terbaru bahkan menunjukkan kucing yang terinfeksi Covid-19 bisa menularkan ke kucing lainnya, meskipun tanpa gejala penyakit.

Kasus pertama transmisi Covid-19 dari manusia ke kucing ditemukan di Belgia beberapa waktu lalu. Tak lama berselang, ditemukan kasus pada beberapa harimau dan kucing besar di sebuah kebun binatang di New York yang dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: Lagi, Dua Kucing di New York Terinfeksi Virus Corona

Selanjutnya, dua kucing peliharaan di New York juga positif Covid-19. Satu di antaranya bahkan hanya menunjukkan gejala ringan penyakit pernapasan.

"Ini adalah sesuatu yang harus diingat oleh orang-orang. Jika mereka dikarantina di rumah dan khawatir akan menularkan Covid-19 kepada anak-anak dan pasangan, mereka juga harus khawatir menularkannya kepada hewan peliharaan mereka," kata Peter Halfmann, seorang profesor riset di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wisconsin, AS, seperti dilansir dari IFL Science, Minggu (17/5/2020).

Penelitian pun dilakukan untuk mengetahui kemungkinan penularan antar kucing, yang dilakukan oleh para peneliti dari AS dan Jepang. Mereka mengisolasi tiga ekor kucing dan memberikan virus corona di area tersebut, yang diambil dari pasien positif Covid-19.

Baca juga: FDA Minta Anjing dan Kucing Terapkan Social Distancing, Ini Alasannya

Hari berikutnya, pemeriksaan swab hidung menunjukkan bahwa virus sudah menginfeksi dua kucing. Dalam tiga hari, semua kucing dinyatakan positif terkena virus.

Kemudian, kucing keempat yang tidak terinfeksi virus ditempatkan di kandang dekat tiga kucing yang positif Covid-19. Dalam enam hari, seluruh kucing terinfeksi virus corona berdasarkan hasil pemeriksaan swab hidung.

Setiap kucing melepaskan virus dari saluran hidung mereka hingga enam hari. Tetapi virus itu tidak mematikan dan sebagian besar kucing tidak menunjukkan gejala. Setiap kucing pun berhasil sembuh dari virus dengan sendirinya.

Ilustrasi Kucing.Alamy via SCMP Ilustrasi Kucing.

Penelitian tersebut berdasarkan studi yang telah dipublikasikan awal tahun, di mana ditemukan kucing dan musang bisa terinfeksi dan berpotensi menularkan virus di antara anggota spesies mereka sendiri.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X