Kurva Covid-19 Indonesia Tak Sesuai Standar, Ahli: Perlu Perbaikan Integrasi Data

Kompas.com - 11/05/2020, 16:27 WIB
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. ShutterstockIlustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.

KOMPAS.com - Data kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia dinilai berbagai pihak belum mampu merepresentasikan realitas yang sesungguhnya. Kurva Covid-19 yang disampaikan tiap harinya oleh pemerintah juga dinilai tak sesuai standar ilmu epidemiologi.

Ahli biostatistik Eijkman Oxford Clinical Research Unit Iqbal Elyazar menyatakan, data menjadi salah satu isu besar yang harus mendapat perhatian dalam penanganan virus corona di Indonesia.

Sebab, data yang akurat sangat dibutuhkan dalam membuat kurva epidemi Covid-19 yang sesuai standar ilmu.

Baca juga: Kurva Covid-19 Disebut Melambat, Ahli: Rasio Test di Indonesia Rendah

Kurva ini terdiri dari sumbu yang menunjukkan jumlah kasus baru dan sumbu yang mengindikasikan patokan waktu analisis yang terkait dengan jumlah kasus baru, misalnya tanggal orang terinfeksi, tanggal mulai bergejala, dan tanggal diperiksa.

Melalui kurva epidemi dapat terlihat jelas perjalanan wabah, menentukan sumber dan kapan terjadinya penularan, menentukan puncak wabah, memperkirakan akhir wabah, dan mengevaluasi efektivitas intervensi.

Itulah mengapa jika data yang ada tidak akurat, maka berpotensi memberikan keraguan akan laju kurva Covid-19 Indonesia, yang bahkan sempat disebut oleh pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengalami penurunan.

Baca juga: [UPDATE] - Pergerakan Data Harian Covid-19 di Indonesia

Iqbal pun menyatakan perlunya ada perbaikan integrasi data antara pusat dan daerah, juga dengan seluruh rumah sakit, mengingat beberapa kasus menunjukkan adanya perbedaan data pasien covid-19 antara Litbangkes dan rumah sakit.

"(Salah satu) isu terbesar di Indonesia adalah big data management (manajemen data besar) yang belum rapi. Sistem data ini belum terintegrasi, sehingga ada data positif di Litbangkes tapi tidak ada di rumah sakit, atau data di rumah sakit tapi enggak ada di Litbangkes," kata dia dalam diskusi Mengenal Kurva Epidemi Covid-19, Jakarta, Sabtu (10/5/2020).

Baca juga: Kurva Covid-19 di Indonesia Melandai, Apa yang Salah dari Datanya?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X